Dalam total menit bermainnya yang mencapai 158 menit, Zijlstra dianggap masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi di level profesional.
Gaya bermainnya banyak dipengaruhi oleh Robert Lewandowski dari Barcelona dan Luuk de Jong dari PSV Eindhoven.
Ia dikenal sebagai striker predator yang mampu memanfaatkan ruang di kotak penalti sekaligus menahan bola untuk mengatur serangan tim.
Dengan tinggi badan 1,88 meter, Mauro Zijlstra juga memiliki keunggulan duel udara yang bisa menjadi senjata tambahan bagi Timnas Indonesia.
PSSI menaruh harapan besar bahwa kehadiran pemain muda ini bisa menambah daya gedor lini depan Garuda Muda.
Kehadirannya juga sejalan dengan upaya federasi mendatangkan talenta diaspora untuk memperkuat berbagai level tim nasional.
Di saat yang sama, tiga pesepak bola putri yang dinaturalisasi juga diharapkan mampu mengangkat prestasi Timnas Putri Indonesia di masa depan.
Isabel Corian Kopp, Pauline Jeannette van de Pol, dan Isabelle Nottet disiapkan menjadi pilar utama dalam program jangka panjang Garuda Pertiwi.
Langkah ini menunjukkan bahwa naturalisasi tidak hanya fokus pada Timnas pria, tetapi juga pembangunan sepak bola putri Indonesia.
Baca Juga: Rizdjar Nurviat Gembira Gabung Dewa United FC, Siap Penuhi Target Pribadi?
Dengan strategi itu, PSSI berharap skuad Garuda Muda dan Garuda Pertiwi semakin kompetitif dalam menghadapi persaingan internasional.
Nama Mauro Zijlstra pun langsung mencuri perhatian publik tanah air yang menanti kiprahnya bersama Timnas U23 Indonesia.
Masyarakat Indonesia kini berharap striker FC Volendam itu bisa menjadi pembeda dalam laga-laga penting yang akan datang.
Keputusan naturalisasi Mauro juga semakin mempertegas arah pembangunan sepak bola Indonesia yang menargetkan peningkatan prestasi di level Asia.
Jika mampu beradaptasi dengan cepat, Mauro Zijlstra berpeluang besar mengikuti jejak pemain diaspora lain yang sukses bersama Timnas Indonesia.
Biodata singkatnya mencatat bahwa ia lahir di Zaandam, Belanda, pada 9 November 2004 dengan posisi utama sebagai penyerang tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Gebrakan Transfer Super League, Persik Kediri Resmi Rekrut Mantan Gelandang Arsenal
-
Semen Padang Rekrut 8 Pemain Asing Baru untuk Putaran Kedua BRI Super League
-
Inter Milan Jadi Campione d'Inverno, Chivu: Ah Gak Penting, Scudetto Tujuan Utama
-
Chelsea Kalah dari Arsenal, Liam Rosenior Kerepotan Redam Emosi Enzo Fernandez
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menggema, FIFA Gak Berani Bersuara
-
Resmi! TikTok Jadi Mitra FIFA Piala Dunia 2026: Ada Prediksi Skor hingga Fitur AR
-
Cetak Gol dan Bawa Arsenal Sikat Chelsea, Gyokeres Terlihat Tak Suka, Ada Apa?
-
Senyum Semringah Pemain Manchester United Saat Carrick Pimpin Latihan Perdana
-
Puas Dengan Permainan Persib di Putaran Pertama, Bojan Hodak: Lihat, Kami Nomor Satu Lagi
-
Kalahkan Chelsea, Arsenal Malah Dihantui Masalah Besar: Peran Bukayo Saka Dipertanyakan