- Timnas Indonesia mengandalkan bek muda Eropa dengan chemistry kuat.
- Arab Saudi unggul pengalaman dan kedalaman skuad bertahan.
- Irak tetap berbahaya dengan gaya bertahan keras dan agresif.
Suara.com - Putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bakal jadi ajang pembuktian sektor pertahanan tiga tim besar di Grup B: Indonesia, Arab Saudi, dan Irak.
Ketiganya membawa ciri khas dan kekuatan berbeda di lini belakang, menjadikan duel nanti bukan hanya soal serangan, tapi juga adu kokohnya tembok pertahanan.
Timnas Indonesia: Lini Belakang yang Makin Padu
Timnas Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat stabilitas di lini belakang.
Patrick Kluivert memanggil nama-nama berpengalaman dan berkelas Eropa seperti Justin Hubner, Jay Idzes, Rizky Ridho, Jordi Amat, serta Kevin Diks.
Trio Hubner–Idzes–Ridho menjadi poros pertahanan yang solid dengan torehan tujuh clean sheet dari delapan laga terakhir—sebuah catatan impresif untuk tim Asia Tenggara.
Kehadiran Jordi Amat memberi ketenangan dan pengalaman internasional, sementara fleksibilitas Kevin Diks di sisi kanan memperkaya variasi skema bertahan.
Tak berlebihan jika lini belakang Garuda kini dianggap salah satu yang paling sulit ditembus di Asia.
Arab Saudi: Disiplin dan Penuh Pengalaman
Baca Juga: Arab Saudi Mengancam! Patrick Kluivert Diminta Jangan Ragu Mainkan Maarten Paes dan Ole Romeny
Arab Saudi juga punya pertahanan yang tak kalah tangguh.
Herve Renard memanggil delapan bek, termasuk Saud Abdulhamid dan Hassan Tambakti.
Abdulhamid, yang kini bermain untuk RC Lens di Ligue 1 Prancis, dikenal cepat dan disiplin menjaga area sayap.
Tambakti, pilar Al-Hilal dengan 42 caps, selalu jadi pilihan utama Renard di jantung pertahanan sepanjang putaran ketiga.
Kombinasi keduanya menjadi fondasi kokoh The Green Falcons, dan bisa menjadi ujian berat bagi lini serang Timnas Indonesia.
Irak: Keras, Kompak, dan Penuh Determinasi
Meski belum merilis daftar pemain resmi, Irak diperkirakan tetap mengandalkan trio langganan Rebin Sulaka, Zaid Tahseen, dan Ali Faez.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan