-
Timnas Indonesia memiliki rekor buruk di Jeddah, dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang dari empat lawatan.
-
Hasil imbang 1-1 pada 2024 jadi modal kepercayaan diri untuk menghadapi Arab Saudi lagi.
-
Skuad Garuda bertekad mengulang atau melampaui hasil tersebut demi menjaga peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Suara.com - Misi berat Timnas Indonesia untuk mencuri poin dari markas Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB nanti akan dihantui oleh rekor tandang yang sangat tidak menguntungkan.
Secara historis, kota Jeddah seolah menjadi tempat yang angker bagi skuad Garuda setiap kali harus berhadapan dengan The Green Falcons.
Dari total empat kali lawatan ke Jeddah, baik di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal maupun King Abdullah Sports City, Timnas Indonesia tercatat menelan tiga kekalahan telak dan hanya mampu meraih satu kali hasil imbang.
Kunjungan pertama Timnas Indonesia adalah laga persahabatan tahun 1980 berakhir dengan kekalahan telak 0-3.
Mimpi buruk berlanjut pada Kualifikasi Piala Asia 2004, di mana Indonesia harus melakoni dua laga di Jeddah dan dibantai habis dengan skor 0-5 dan 0-6.
Namun, di tengah rekor kelam tersebut, ada satu catatan yang menjadi percikan api optimisme bagi skuad Garuda.
Pada lawatan terakhir ke King Abdullah Sports City, 5 September 2024 lalu, skuad Garuda akhirnya berhasil memutus rantai kekalahan.
Dalam laga putaran ketiga kualifikasi, Timnas Indonesia secara mengejutkan mampu menahan imbang Arab Saudi yang saat itu masih dilatih oleh Roberto Mancini dengan skor 1-1.
Gol Sandy Walsh pada menit ke-19 bahkan nyaris membawa Indonesia meraih kemenangan bersejarah sebelum gol bunuh diri Calvin Verdonk di akhir laga menyelamatkan muka tuan rumah.
Baca Juga: Adu Taktik Herve Renard vs Patrick Kluivert: Filosofi Prancis vs Belanda di Tanah Arab
Hasil imbang di pertemuan terakhir inilah yang menjadi modal psikologis paling berharga bagi tim asuhan Patrick Kluivert.
Mereka telah membuktikan bahwa mencuri poin dari angkernya Jeddah bukanlah sebuah kemustahilan.
Kini tantangannya adalah mengulangi, atau bahkan melampaui, pencapaian tersebut demi menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Berita Terkait
-
Adu Kuat Timnas Indonesia vs Arab Saudi, Siapa Sering Jadi Pecundang?
-
3 Momen Indah Timnas Indonesia: Dari Gol Akrobatik Hingga Kemenangan yang Bikin Haru
-
Arab Saudi Diyakini Bikin Teror Non-Teknik, Eks Pelatih Persib Minta Timnas Indonesia Waspada!
-
Santai Banget! Ini Komentar Miliano Jonathans Jelang Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Tiket Pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi Habis Terjual, Tensi Diprediksi Panas
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara
-
Layvin Kurzawa Apresiasi Kegiatan Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia