- Shin Tae-yong meminta maaf atas kegagalannya di Ulsan HD
- Shin Tae-yong menekankan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada para penggemar Ulsan HD
- Kritik terhadap Kluivert semakin tajam karena tidak menunjukkan rasa tanggung jawab
Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong meminta maaf kepada seluruh suporter Ulsan HD setelah gagal memenuhi ekspektasi.
Hal ini berbeda dengan juru formasi Garuda, Patrick Kluivert yang sampai dengan detik ini belum minta maaf.
Shin Tae-yong sudah dipecat oleh Ulsan HD beberapa waktu lalu setelah dianggap gagal mengangkat prestasi tim. 10 laga sudah dijalani juru formasi asal Korea Selatan itu dengan hasil dua kemenangan, 4 seri, dan 4 kekalahan.
Di bawah asuhan STY, Ulsan HD kini terjebak di papan bawah klasemen sementara Liga Korea Selatan. Padahal ketika pertama kali didatangkan, Shin Tae-yong diharapkan mengangkat performa tim yang sedang terpuruk.
"Para penggemar Ulsan HD, saya mohon maaf. Kalian pasti sangat menaruh harapan besar, namun saya gagal membawa kebangkitan bagi Ulsan HD," tulis Shin Tae-yong di Instagram miliknya.
"Itu sepenuhnya kesalahan dan kelalaian saya. Sebagai pelatih, saya tidak mampu menjalankan tugas saya dengan baik. Banyak hal yang mungkin beredar di luar sana, tetapi kesalahan terbesar tetap ada pada saya."
"Saya tidak akan berusaha menghindari tanggung jawab ini. Saya benar-benar minta maaf," jelasnya.
Pernyataan STY ini berbeda dengan Kluivert yang gagal bersama Timnas Indonesia.
Seperti diketahui juru taktik asal Belanda itu tidak berhasil meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Deschamps Meradang! Prancis Gagal Raih Tiket Piala Dunia Usai Ditahan Imbang Islandia
Padahal, Kluivert diharapkan bisa memenuhi mimpi pecinta sepak bola Tanah Air usai PSSI pecat Shin Tae-yong demi dirinya.
Sampai dengan saat ini, Kluivert belum minta maaf setelah kegagalan. Justru, mantan pelatih Barcelona tersebut seperti menghindar.
Pernyataan terakhir Kluivert usai kegagalan Timnas Indonesia adalah di Instagram. Ia malahan bangga dengan perjuangan Rizky Ridho cs meski gagal.
Pernyataan Lengkap Shin Tae-yong Usai Dipecat Ulsan HD
Para pejuang Cheoyong, dan para penggemar Ulsan HD, saya mohon maaf. Kalian pasti sangat menaruh harapan besar, namun saya gagal membawa kebangkitan bagi Ulsan HD.
Itu sepenuhnya kesalahan dan kelalaian saya. Sebagai pelatih, saya tidak mampu menjalankan tugas saya dengan baik. Banyak hal yang mungkin beredar di luar sana, tetapi kesalahan terbesar tetap ada pada saya.
Saya tidak akan berusaha menghindari tanggung jawab ini. Saya benar-benar minta maaf.
Namun, saya hanya ingin kalian tahu satu hal: saya telah memberikan segalanya demi kebangkitan Ulsan HD. Sama seperti kalian semua, saya sangat menginginkan kebangkitan, kemajuan, dan kejayaan kembali bagi klub besar ini.
Saya telah berjuang dengan segenap hati, namun hasilnya tidak seperti yang saya harapkan. Saya tidak akan memberikan alasan apa pun — ini sepenuhnya tanggung jawab saya.
Meskipun saya pergi dalam keadaan tidak menyenangkan, dan tidak bisa tersenyum saat berpisah, ada satu hal yang benar-benar ingin saya sampaikan sebelum pergi — karena jika tidak, saya akan menyesal.
Para pejuang Cheoyong dan penggemar Ulsan HD, saya mengucapkan terima kasih yang tulus. Saya benar-benar merasakan ketulusan kalian selama berada di Ulsan HD.
Baik di kandang maupun tandang, saya merasakan sorot mata dan semangat dukungan kalian. Banyak sekali orang datang ke stadion untuk mendukung saya — itu sungguh sangat mengharukan.
Bahkan saat kami kalah atau tampil buruk, para pejuang Cheoyong dan penggemar Ulsan HD tetap setia mendukung dengan sepenuh hati. Berkat kalian, saya bangga pernah menjadi bagian dari Ulsan HD.
Setelah 13 tahun, saya kembali ke K League, dan kalian menyambut saya dengan begitu hangat. Tatapan penuh harapan dari kalian membakar semangat saya.
Namun, kini saya harus pergi setelah hanya dua bulan. Saya pun merasa sangat kecewa dan sedih. Yang paling menyakitkan adalah saya tidak bisa lagi berjalan bersama para pejuang Cheoyong dan penggemar Ulsan HD.
Selama dua bulan ini, sejak hari pertama hingga akhir, kalian selalu ada di pihak saya. Saya benar-benar berterima kasih dari lubuk hati terdalam.
Dari dukungan para pejuang Cheoyong, saya kembali mendapat kekuatan dan dari semangat para penggemar Ulsan HD, saya memperoleh keberanian untuk memulai kembali.
Dua bulan memang waktu yang singkat, tapi saya percaya bahwa kedalaman hubungan tidak selalu bergantung pada lamanya waktu.
Meskipun singkat, kebersamaan saya dengan para pejuang Cheoyong dan penggemar Ulsan HD adalah masa paling membahagiakan sebagai bagian dari klub ini.
Seorang pelatih hidup dari dukungan para penggemarnya — dan kalian telah memberi makna pada hidup saya. Itu menjadi harta berharga yang tidak bisa ditukar dengan apa pun dan akan saya simpan selamanya di dalam hati.
Saya memang meninggalkan Ulsan HD, tetapi Ulsan HD tidak boleh meninggalkan divisi utama. Sekaranglah saatnya para pejuang Cheoyong dan penggemar Ulsan HD memberikan dukungan terpanas kalian untuk tim ini.
Saya mungkin pergi, tetapi kebanggaan klub besar Ulsan HD harus tetap hidup. Tolong terus dukung dengan sepenuh hati para staf pelatih dan pemain Ulsan HD agar mereka bisa menjaga kehormatan klub. Saya pun akan mendukung kalian sepenuh hati dari belakang.
Berita Terkait
-
Deschamps Meradang! Prancis Gagal Raih Tiket Piala Dunia Usai Ditahan Imbang Islandia
-
Leonardo Bonucci Bongkar Rahasia Italia Benamkan Israel
-
Daftar Pencetak Gol Timnas Indonesia Selama Kualifikasi Piala Dunia 2026: Ramadhan Sananta Terbanyak
-
Patrick Kluivert Sering Rotasi Pemain, tapi Satu Nama Ini Tak Pernah Tersentuh!
-
Pelatih Persija Jakarta Minta Ridho dan Amat Bangkit Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Pelatih Belanda Bingung Disinggung Soal Paspoorgate Bisa Berdampak Besar Bagi Pemain Indonesia
-
Curhat Soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Pelatih Bali United Menyesal
-
Intip Gol Dahsyat Luke Vickery, Striker Idaman John Herdman Segera Gabung Timnas Indonesia?
-
Sukses Akhiri Tren Negatif, Allano Lima Harap Persija Konsisten Demi Gelar Juara
-
Penantian Berbuah Manis, Dia Syayid Jalani Debut Emosional Bersama Persija
-
Dikritik Bobotoh, Uilliam Barros Dapat Pembelaan dari Bojan Hodak
-
Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli
-
Jelang Lawan Sporting CP, Mikel Arteta: Kami Tidak Punya Rasa Takut
-
Raphinha Murka, Barcelona Merasa Dirampok Wasit Saat Disingkirkan Atletico Madrid
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions