Bola / Bola Indonesia
Senin, 03 November 2025 | 11:18 WIB
Pemain keturunan Indonesia, Ian Maatsen berselebrasi bersama rekan-rekannya saat Aston Villa menang 1-0 atas Bayern Munich dalam lanjutan Liga Champions 2024/2025 di Villa Park, London, Kamis (3/10/2024) dini hari WIB. [Dok. IG/Ian Maatsen]
Baca 10 detik
  • Aston Villa kalah 0-2 dari Liverpool di Anfield.

  • Ian Maatsen terus memperpanjang rekor gagal menang lawan Liverpool.

  • Kekalahan membuat Aston Villa terlempar dari 10 besar klasemen.

Suara.com - Menari membahas Ian Maatsen, pemain keturunan Jawa. Aston Villa harus menerima kenyataan pahit setelah ditaklukkan Liverpool dengan skor akhir 0-2 di markas The Reds, Anfield, pada Sabtu (1/11/2025).

Kekalahan tersebut menyebabkan The Villans kini tergeser dari posisi sepuluh besar klasemen sementara Liga Inggris musim 2025-2026.

Saat ini, Aston Villa berada di peringkat ke-11 dengan total perolehan 15 poin dari sejumlah pertandingan yang sudah mereka lakoni.

Sebaliknya, kemenangan tersebut menjadi capaian positif bagi Liverpool yang berhasil mengakhiri rentetan empat laga sebelumnya tanpa meraih tripoin.

Duo Pemain Keturunan Indoneia Berbandrol Rp804 M Diprediki Tembus Tim Senior, Siapa Saja? [Tangkap layar X]

Liverpool sukses merangkak naik dan menempati posisi ketiga di tangga klasemen sementara Liga Inggris.

Dua gol The Reds tercipta dari aksi penyerang andalannya Mohamed Salah di penghujung babak pertama, tepatnya pada menit ke-45+1.

Gol kedua dicetak oleh Ryan Gravenberch saat paruh kedua pertandingan berjalan sekitar 13 menit, yakni menit ke-58.

Hasil minor ini menambah panjang daftar kekalahan bagi Aston Villa dalam lima pertandingan terakhir yang mereka jalani.

Walaupun Aston Villa menelan kekalahan, perhatian publik tertuju pada performa bek kiri keturunan Indonesia, Ian Maatsen.

Baca Juga: Liverpool Akhiri Rekor Buruk, Arne Slot Malah Kena Sentil Steven Gerrard

Pemain keturunan Indonesia, Ian Maatsen debut dan cetak gol di laga Spanyol vs Belanda. (Instagram/@onsoranje)

Maatsen diketahui baru diturunkan oleh pelatih Unai Emery dari bangku cadangan menjelang akhir pertandingan.

Pemain kelahiran 9 Maret 2002 ini baru masuk pada menit ke-75 untuk menggantikan posisi rekan setimnya, Lucas Digne.

Sayangnya, meskipun diturunkan, kontribusi Maatsen belum mampu mengubah keadaan dan menyelamatkan timnya dari kebobolan dua gol.

Kegagalan ini juga menandai kali keempat klub yang dibela Maatsen gagal meraih kemenangan ketika berhadapan dengan Liverpool.

Menariknya, pemain yang memiliki darah Jawa dari pihak ibunya ini seakan selalu bernasib kurang beruntung saat bertemu The Reds.

Rekor buruk tersebut telah dimulai sejak ia masih memperkuat klub sebelumnya.

Pemain keturunan Indonesia, Ian Maatsen saat membela Aston Villa. [Dok. Instagram Ian Maatsen]

Pada matchday pembuka Liga Inggris musim 2023-2024, Maatsen yang saat itu berseragam Chelsea harus puas dengan hasil imbang 1-1 kontra Liverpool.

Musim berikutnya, 2024-2025, kekalahan pahit dialami Maatsen saat timnya takluk di pekan ke-11 Liga Inggris.

Pada musim yang sama, klub Maatsen kembali hanya mampu meraih hasil seri 2-2 saat meladeni perlawanan Liverpool pada matchday ke-29.

Kekalahan 0-2 bersama Aston Villa pada matchday ke-10 Liga Inggris 2025-2026 ini menambah daftar panjang nasib sial Maatsen saat melawan Liverpool.

Kekalahan melawan Liverpool pada awal November 2025 lalu menjadi kali keempat bagi Maatsen tak berhasil membawa klubnya menang dari The Reds.

Dalam pertandingan ini, ia tidak masuk dalam daftar sebelas pemain awal Aston Villa saat berhadapan dengan The Reds di matchday ke-10 Liga Inggris.

Fakta bahwa Maatsen tidak masuk ke starting lineup serta kekalahan yang terjadi menambah spekulasi tentang 'kutukan' pribadinya melawan Liverpool.

Ia terlihat gagal mengindarkan timnya dari dua gol Liverpool, meskipun waktu bermainnya sangat terbatas.

Meskipun Maatsen adalah talenta menjanjikan, publik mulai menyoroti rekor yang tidak menguntungkan ini.

Pemain keturunan Jawa ini akan berupaya keras untuk mematahkan tren negatif ini di pertemuan berikutnya.

Kekalahan ini menjadi sinyal bagi Aston Villa untuk segera berbenah jika ingin kembali ke zona Eropa.

Load More