-
Luke Xavier Keet, pemain klub Yunani GS Ilioupolis, mengungkap darah Indonesia berasal dari ibunya yang asli Indonesia.
-
Lahir di Jakarta dan pindah ke luar negeri sejak usia sembilan tahun, Luke mengaku bangga bisa kembali dan mengenakan lambang Garuda bersama Timnas Indonesia U-23.
-
Luke menjalani trial bersama dua pemain diaspora lain, ReyCredo Beremanda dan Muhammad Mishbah, demi peluang masuk skuad Indra Sjafri untuk SEA Games 2025 di Thailand.
Suara.com - Pemain muda asal Yunani, Luke Xavier Keet, merasa bangga akhirnya bisa kembali ke tanah kelahiran dan mengenakan lambang Garuda bersama Timnas Indonesia U-23.
Ia pun mengungkapkan bahwa darah Indonesia yang dimilikinya berasal dari sang ibu.
Luke lahir di Jakarta dan sempat bersekolah di Indonesia sebelum pindah ke luar negeri pada usia sembilan tahun.
Sejak saat itu, ia belum pernah kembali hingga akhirnya mendapat kesempatan menjalani trial di Timnas Indonesia U-23 yang tengah bersiap menuju SEA Games 2025 di Thailand.
“Aku sangat bangga. Aku lahir di Jakarta, dan sudah lama tidak pulang. Jadi aku merasa sangat bangga memakai logo ini. Sangat bangga,” kata Luke saat ditemui awak media ketika dirinya mengikuti latihan tim di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa.
“Ya, aku lahir di sini dan sempat bersekolah di sini juga. Ibuku orang Indonesia. Tapi aku pergi saat umur sembilan tahun dan belum pernah kembali sejak itu. Jadi rasanya sangat menyenangkan bisa kembali. Aku akan segera memperbaiki Bahasa Indonesiaku, semoga cepat bisa,” jelas dia.
Saat ini, Luke memperkuat klub kasta kedua sepak bola Yunani, GS Ilioupolis. Dari total satu pertandingan yang dimainkan klubnya musim ini, Luke baru tampil satu kali, yakni saat kalah 0-1 dari AEK Athens di ajang Piala Sepak Bola Yunani. Dalam laga tersebut, pemain berposisi sebagai winger kiri itu bermain selama 45 menit.
Selain Luke, dua pemain berstatus trial lainnya juga ikut ambil bagian dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23. Mereka adalah ReyCredo Beremanda dan Muhammad Mishbah, dua pemain yang kini bermain di klub Filipina, Aguilas-UMak.
Ketiganya memang tidak termasuk dalam daftar 30 pemain yang dipanggil pelatih Indra Sjafri, namun mereka tetap berusaha menampilkan performa terbaik demi menarik perhatian sang pelatih agar bisa masuk skuad utama.
Baca Juga: Bersaing dengan Mauro Zijlstra di Timnas U-22, Rafael Struick: Saya Percaya Kemampuan Sendiri
(Antara)
Berita Terkait
-
Bersaing dengan Mauro Zijlstra di Timnas U-22, Rafael Struick: Saya Percaya Kemampuan Sendiri
-
Ivar Jenner: Bawa Kembali Medali Emas untuk Timnas Indonesia!
-
Berharap Bela Timnas Indonesia, Luke Xavier Keet: Pasti Ada Alasan Saya Lahir di Sini
-
Pemain Keturunan Ini Salip Cyrus Margono, Lebih Dulu Dipanggil Timnas Indonesia
-
Pemain Keturunan Liga Yunani Bicara Takdir, Setuju Bela Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat