-
Rusia berencana menggelar turnamen alternatif bagi negara yang gagal lolos Piala Dunia 2026.
-
Turnamen ini menjadi upaya Rusia kembali mendapat perhatian dan mendorong pencabutan sanksi FIFA.
-
Indonesia berpeluang ikut serta dan mendapat pengalaman berharga melawan tim-tim kuat non-lolos Piala Dunia.
Suara.com - Di tengah kekecewaan karena gagal melaju ke Piala Dunia 2026, sebuah peluang tak terduga mungkin akan terbuka bagi Timnas Indonesia.
Federasi Sepak Bola Rusia (RFU) dilaporkan sedang menggagas sebuah ide ambisius yaitu menggelar turnamen internasional paralel yang dikhususkan bagi negara-negara yang tidak lolos ke putaran final.
Menurut laporan portal 365scores, kompetisi alternatif ini direncanakan akan berlangsung bersamaan dengan perhelatan Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Inisiatif ini bukan sekadar turnamen hiburan, melainkan sebuah manuver strategis dari Rusia untuk kembali eksis di panggung sepak bola dunia.
Seperti diketahui, Timnas Rusia masih berada di bawah sanksi FIFA sejak 2022 dan tidak diizinkan berpartisipasi dalam kompetisi resmi.
Dengan menggelar turnamen ini, Rusia berharap bisa menarik perhatian global terhadap situasi mereka dan mendorong pencabutan sanksi, sehingga dapat kembali berpartisipasi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dalam konsep awal, Rusia berencana mengundang tim-tim kuat dari berbagai benua yang secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Nama-nama seperti Serbia, Yunani, Chile, Peru, Venezuela, Nigeria, Kamerun, dan China disebut-sebut sebagai calon peserta potensial.
Di sinilah peluang bagi Timnas Indonesia muncul. Setelah perjuangan heroik yang harus terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak, status tidak lolos justru membuat Indonesia memenuhi syarat untuk ikut serta dalam turnamen alternatif ini.
Baca Juga: PSSI Kantongi 5 Kandidat Pelatih Baru Timnas Indonesia, Nama Shin Tae-yong Tak Masuk
Jika turnamen ini benar-benar terwujud, ini bisa menjadi panggung yang sangat berharga bagi skuad Garuda.
Bertanding melawan negara-negara kuat yang juga terluka bisa menjadi ajang untuk menguji kekuatan, menambah pengalaman internasional, dan menjaga ritme kompetisi di level tertinggi, sembari menunggu siklus kualifikasi berikutnya dimulai.
Berita Terkait
-
Kisi-kisi Calon Pelatih Timnas Indonesia, Nama Timur Kapadze Tercoret dari Daftar
-
Ada Faktor yang Bikin Jesus Casas dan Timur Kapadze Bisa Gagal Latih Timnas Indonesia
-
Media Luar Negeri Sebut Ole Romeny Disebut Alami Penurunan Performa
-
Gak Semua Free, Exco PSSI Sebut Beberapa Calon Pelatih Timnas Indonesia Masih Terikat Kontrak
-
3 Fakta Menarik Ange Postecoglou, Kandidat Ideal untuk Latih Timnas Indonesia
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Trik Khusus John Herdman Lahirkan Bintang Dunia seperti Jonathan David
-
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Bruno Paraiba dan Jefferson Silva Perkuat Lini Serang
-
Nasib Apes Marc Ter Stegen Jelang Piala Super Spanyol, Angkat Koper Pulang Lebih Awal
-
Ruben Amorim Pergi dengan Senyum, Asisten Ungkap Kisah di Balik Pemecatan Manchester United
-
Striker Juventus: John Herdman Pelatih yang Bisa Mengubah Batu Jadi Berlian
-
Bersinar di Barcelona, Joan Garcia Bicara Realistis soal Jadi Kiper Nomor 1 Spanyol
-
Prediksi Skor Manchester City vs Brighton: The Citizens Incar Poin Penuh
-
Persib Bandung vs Persija, Suporter Tamu Dilarang Hadir di Stadion GBLA
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Deretan Penghargaan Punya John Herdman Sebelum Tangani Timnas Indonesia