- Timur Kapadze dinilai kandidat ideal untuk menggantikan Nova Arianto di Timnas Indonesia U-17
- Kesuksesan Kapadze di Uzbekistan tidak lepas dari dukungan federasi, terutama lewat proyek ambisius Olympic FC
- Jika Kapadze memimpin Timnas U-17 Indonesia, ia berpotensi melanjutkan dan memperkuat konsep pembinaan berjenjang PSSI
Suara.com - Kursi pelatih Timnas Indonesia U-17 saat ini kosong usai PSSI angkat Nova Arianto melatih timnas U-20.
Satu nama yang dinilai sangat cocok untuk melatih Evandra Florasta dkk ialah Timur Kapadze.
Ya pelatih asal Uzbekistan itu memiliki track record bagus sebagai pelatih tim muda.
Timur Kapadze punya rekam jejak panjang sebagai pelatih tim muda di Uzbekistan. Nama-nama bintag muda Uzbekistan seperti Alisher Odilov ialah produk binaan Timur Kapadze.
Kapadze, dengan gaya rendah hati dan pendekatan taktis yang matang, membentuk tim yang solid, disiplin, dan bebas ego.
Karakternya yang tenang jauh berbeda dari tipikal pelatih flamboyan Asia Tengah, namun justru itulah yang membuatnya menjadi figur penting dalam revolusi sepak bola Uzbekistan.
Kapadze membentuk tim muda yang bermain dengan karakter seperti dirinya saat menjadi gelandang, tenang, penuh perhitungan, dan mengutamakan kerja sama.
Namun yang harus diingat, keberhasilan Timur membangun tim muda Uzbeksitan juga dipengaruhi faktor federasi.
Federasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) selama lima tahun terakhir menaruh perhatian besar pada pembinaan usia muda.
Baca Juga: Termasuk Timnas Indonesia, RI Kirim 996 Atlet ke SEA Games 2025
Salah satu gebrakan paling radikal dari UFA adalah membentuk Olympic FC, klub khusus yang diisi para pemain muda untuk bersaing di liga profesional Uzbekistan.
Timur Kapadze ditugaskan menjadi pelatih Olympic FC dan sukses mencetak banyak sejarah.
Klub besutan Timur Kapadze yang berisi pemain muda itu sukses promosi ke liga tertinggi pada musim pertama, menjadi kuda hitam yang menakutkan raksasa liga, menjadi tulang punggung timnas U-23, dan enghasilkan talenta berbakat seperti Abdurauf Buriev dan Abbosbek Fayzullaev.
Proyek ini menutup celah besar di tim nasioal Uzbeksitan, yakni kurangnya kesempatan bermain bagi pemain muda di klub elite seperti Pakhtakor yang selama bertahun-tahun mendominasi liga.
Kapten Olympic FC, Abdurauf Buriev, menjadi simbol dari transformasi tersebut pemain yang menghidupkan visi Timur Kapadze di lapangan.
Di balik ketenangannya, Kapadze mampu menunjukkan sisi penuh determinasi.
Dengan warisan dari Nova Arianto, skuat yang sukses ke Piala Dunia U-17 2025, kehadiran Timur Kapadze akan membuat konsep berjenjang yang diinginkan PSSI akan berjalan mulus di tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait
-
Termasuk Timnas Indonesia, RI Kirim 996 Atlet ke SEA Games 2025
-
PSSI Akui Sulit Temukan Pengganti Nova Arianto di Timnas Indonesia U-17
-
Tak Masuk Kode PSSI, Timur Kapadze Batal Jadi Calon Pelatih Timnas Indonesia?
-
Dari Mesut Ozil Kini Timur Kapadze Salat Jumat di Masjid Istiqlal
-
Dirtek PSSI Buka Suara, Sebut Sosok Ini Layak Tangani Timnas Indonesia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Legenda Chelsea Terseret Sengketa Properti, Dilarang Gunakan Teras Rumah Rp60 Miliar
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Benjamin Sesko Mulai Gacor, tapi Maaf Belum akan Jadi Pilihan Utama