- Ruben Amorim mengubah formasi Manchester United dari tiga bek menjadi empat bek saat laga Boxing Day.
- Keputusan pergantian taktik ini disebabkan murni oleh kondisi skuad dan ketersediaan pemain yang terbatas.
- Amorim menekankan perubahan sistem ini bukan respons terhadap kritik media atau tekanan dari pihak eksternal.
Suara.com - Manajer Manchester United, Ruben Amorim, akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusan pentingnya mengubah formasi tim.
Untuk pertama kalinya sejak menangani Setan Merah, Amorim meninggalkan skema tiga bek (3-4-3) dan beralih ke empat bek saat United menang tipis 1-0 atas Newcastle United pada laga Boxing Day.
Amorim menegaskan, perubahan tersebut bukan karena tekanan media maupun suporter, melainkan murni karena kondisi skuad dan ketersediaan pemain.
“Banyak hal yang tidak kalian lihat,” ujar Amorim dilansir dari TNT Sport.
“Saat saya datang ke sini, saya sadar mungkin kami belum memiliki pemain yang ideal untuk sistem itu, tapi saat itu kami sedang membangun identitas.”
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Manchester United pada November 2024, Amorim dikenal sangat teguh dengan sistem tiga bek.
Bahkan awal tahun ini ia sempat berseloroh bahwa “bahkan Paus pun tidak bisa meyakinkan saya untuk mengubah formasi”.
Namun situasi berubah. Sejumlah pemain inti mengalami cedera, sementara beberapa lainnya absen karena memperkuat negaranya di Piala Afrika, memaksa Amorim menyesuaikan pendekatan.
“Kami tidak punya banyak pemain saat ini. Kami harus beradaptasi dan membuat pemain memahami mengapa sistem diubah,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Aston Villa: Arteta Siapkan Kejutan di Emirates
Formasi 3-4-3 Amorim sebelumnya menuai kritik dari sebagian fans dan legenda klub. Pundit TNT Sports, Don Hutchinson, bahkan menyebut Amorim terlalu keras kepala, pandangan yang juga diamini Rio Ferdinand.
Namun Amorim menolak anggapan bahwa ia berubah karena tekanan eksternal.
“Saya tidak bisa terus mengubah sistem hanya karena suara dari luar. Jika pemain merasa saya berubah karena tekanan, itu akhir bagi seorang manajer,” tegasnya.
Ia menambahkan, fleksibilitas justru akan membuat United lebih kuat ke depannya.
“Kami akan menjadi tim yang lebih baik. Ketika semua pemain kembali, kami tidak akan selalu bermain dengan tiga bek.”
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Aston Villa: Arteta Siapkan Kejutan di Emirates
-
Resmi! Ruben Amorim Larang Bruno Fernandes Bertanding Lawan Wolves Demi Hindari Risiko Cedera Parah
-
Emosi Cole Palmer Meledak, Maresca Dihadapkan Dilema Jelang Chelsea vs Bournemouth
-
Arsenal vs Aston Villa: Bedah Taktik Unai Emery Patahkan Strategi Mikel Arteta
-
Prediksi Chelsea vs Bournemouth: Laga Penutup 2025 yang Krusial di Stamford Bridge
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan