Bola / Bola Dunia
Minggu, 04 Januari 2026 | 15:26 WIB
Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Kegagalan Timnas Venezuela di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah kekalahan 3-6 dari Kolombia.
  • Kampanye Vinotinto sempat menyatukan rakyat Venezuela yang terbelah di tengah krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.
  • Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) dan tim nasional terbukti erat kaitannya dengan pemanfaatan rezim politik kekuasaan.

Suara.com - Kegagalan Timnas Venezuela lolos ke Piala Dunia 2026 memang menyisakan luka.

Namun di balik kekalahan dramatis 3–6 dari Kolombia di Maturín, sepak bola justru memperlihatkan peran yang lebih besar, menjadi ruang persatuan langka di tengah krisis politik dan demokrasi yang berkepanjangan.

Pada malam penuh ketegangan di September lalu, harapan sempat tumbuh saat Vinotinto--julukan Timnas Venezuela, unggul 2–1.

Akan tetapi, mimpi itu runtuh cepat ketika Luis Javier Suárez mencetak empat gol hanya dalam waktu 25 menit.

Kekalahan telak tersebut sekaligus mengakhiri peluang tipis Venezuela ke babak playoff Piala Dunia 2026.

Kampanye yang Menyatukan Negara Terbelah

Venezuela adalah satu-satunya negara di Amerika Selatan yang belum pernah tampil di Piala Dunia.

Di negeri yang lebih mencintai bisbol, sepak bola selama bertahun-tahun berada di pinggir perhatian.

Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) pun kerap disorot karena persoalan korupsi.

Baca Juga: Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela

Meski begitu, sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026, Vinotinto tampil mengejutkan.

Kemenangan-kemenangan penting membangkitkan kebanggaan nasional, menyatukan rakyat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang krisis ekonomi, eksodus massal, dan konflik politik.

Kisah Tragis Timnas Venezuela: Kalah, Dirombak, dan Dipolitisasi [Suara.com]

Harapan itu pupus secara brutal. Tak lama setelah kekalahan dari Kolombia, Presiden Venezuela Nicolás Maduro secara terbuka menyerukan restrukturisasi tim nasional.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelatih Fernando Batista beserta seluruh stafnya dipecat oleh FVF.

Langkah cepat tersebut menegaskan satu hal: sepak bola di Venezuela tak pernah benar-benar lepas dari politik.

Sepak Bola dalam Bayang-Bayang Kekuasaan

Load More