- Kegagalan Timnas Venezuela di kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi sorotan setelah kekalahan 3-6 dari Kolombia.
- Kampanye Vinotinto sempat menyatukan rakyat Venezuela yang terbelah di tengah krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.
- Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) dan tim nasional terbukti erat kaitannya dengan pemanfaatan rezim politik kekuasaan.
Suara.com - Kegagalan Timnas Venezuela lolos ke Piala Dunia 2026 memang menyisakan luka.
Namun di balik kekalahan dramatis 3–6 dari Kolombia di Maturín, sepak bola justru memperlihatkan peran yang lebih besar, menjadi ruang persatuan langka di tengah krisis politik dan demokrasi yang berkepanjangan.
Pada malam penuh ketegangan di September lalu, harapan sempat tumbuh saat Vinotinto--julukan Timnas Venezuela, unggul 2–1.
Akan tetapi, mimpi itu runtuh cepat ketika Luis Javier Suárez mencetak empat gol hanya dalam waktu 25 menit.
Kekalahan telak tersebut sekaligus mengakhiri peluang tipis Venezuela ke babak playoff Piala Dunia 2026.
Kampanye yang Menyatukan Negara Terbelah
Venezuela adalah satu-satunya negara di Amerika Selatan yang belum pernah tampil di Piala Dunia.
Di negeri yang lebih mencintai bisbol, sepak bola selama bertahun-tahun berada di pinggir perhatian.
Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) pun kerap disorot karena persoalan korupsi.
Baca Juga: Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela
Meski begitu, sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026, Vinotinto tampil mengejutkan.
Kemenangan-kemenangan penting membangkitkan kebanggaan nasional, menyatukan rakyat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang krisis ekonomi, eksodus massal, dan konflik politik.
Harapan itu pupus secara brutal. Tak lama setelah kekalahan dari Kolombia, Presiden Venezuela Nicolás Maduro secara terbuka menyerukan restrukturisasi tim nasional.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelatih Fernando Batista beserta seluruh stafnya dipecat oleh FVF.
Langkah cepat tersebut menegaskan satu hal: sepak bola di Venezuela tak pernah benar-benar lepas dari politik.
Sepak Bola dalam Bayang-Bayang Kekuasaan
Berita Terkait
-
Mendunia, Spesifikasi Pesawat 'Buatan Indonesia' yang Dipakai AS dalam Operasi Senyap di Venezuela
-
AS Serang Venezuela, 40 Orang Tewas dan Presiden Maduro Ditangkap
-
Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik Tidak Lama Setelah Serangan AS ke Venezuela
-
Trump Sebut AS Bakal 'Keruk' Minyak Venezuela Usai Tangkap Presiden Maduro
-
Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi
-
Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam