- Chelsea menahan imbang Manchester City 1-1 di Etihad Stadium; gol telat Enzo Fernandez menyamakan kedudukan.
- Debut pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, berhasil berbuah hasil positif berkat perubahan taktik babak kedua.
- McFarlane memuji karakter luar biasa timnya meskipun kehilangan beberapa pemain kunci penting sebelum laga.
Suara.com - Chelsea meraih hasil berharga saat menahan imbang Manchester City 1-1 pada lanjutan Premier League di Etihad Stadium, Senin (5/1) dinihari WIB.
Hasil imbang ini jadi sangat berharga buat pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, yang menjalani debutnya di level senior.
Gol telat Enzo Fernandez pada masa injury time memastikan The Blues pulang dengan satu poin, setelah lebih dulu tertinggal oleh gol Tijani Reijnders di babak pertama.
Dalam konferensi pers seusai laga, McFarlane mengaku bangga dengan karakter dan respons para pemainnya, terutama di babak kedua.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Saya sangat bangga dengan para pemain, terutama cara mereka bermain di babak kedua. Ini momen besar dan mereka menjalaninya dengan sangat baik,” ujar McFarlane dilansir dari Football London.
Meski menghadapi Manchester City di Etihad dan berduel taktis dengan Pep Guardiola, McFarlane mengaku tidak merasakan gugup berlebihan.
“Saya pikir akan ada rasa gugup, tapi nyatanya terasa normal. Saya menikmati pertandingan ini,” ungkapnya.
McFarlane menjelaskan bahwa perubahan formasi di babak kedua menjadi faktor penting kebangkitan Chelsea. Ia mengakui City tampil di luar perkiraan pada babak pertama sehingga Chelsea sempat tertekan.
“Kami mengubah pendekatan menjadi lebih man-to-man agar bisa menekan dan memutus ritme permainan mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Pantang Teledor! Bojan Hodak Waspadai Motivasi Berlipat Persik Kediri
Masuknya Andrey Santos dan perubahan peran Enzo Fernandez juga disebut krusial. McFarlane memuji Andrey Santos yang dinilainya mampu mengontrol lini tengah dengan sangat baik.
Pelatih asal Inggris itu juga menyoroti kondisi tim yang tidak ideal jelang laga.
Chelsea kehilangan beberapa pemain kunci seperti Marc Cucurella (cedera), Moises Caicedo (skorsing), Robert Sanchez, hingga Wesley Fofana yang sakit pada hari pertandingan.
“Semua melawan kami. Tapi karakter pemain benar-benar luar biasa. Mereka tetap bersatu, saling mendukung, dan menunjukkan mental kuat,” tegas McFarlane.
Ia secara khusus memuji peran Reece James, Enzo Fernandez, dan Tosin Adarabioyo yang dinilai mampu menyatukan tim di tengah situasi sulit.
Terkait interaksinya dengan Pep Guardiola usai laga, McFarlane menyebut momen tersebut sebagai sebuah kehormatan.
“Saya hanya berjabat tangan dan mengatakan ‘good game’. Bagi saya, Pep adalah manajer terbaik sepanjang masa. Itu sebuah kehormatan bisa melawan timnya,” katanya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Cuma 40 Kasus per Hari! Angka Pembunuhan di Meksiko Turun Pesat Selama Piala Dunia 2026
-
Skandal Wasit Francois Letexier: Curangi Timnas Indonesia hingga 'Bantu' Argentina di Piala Dunia
-
Hasil Swiss vs Kolombia: Die Nati Menang Adu Penalti, Tantang Argentina di Perempat Final
-
Pelatih Mesir Semprot FIFA: Mereka Ingin Lionel Messi Terus Berada di Piala Dunia 2026!
-
Wasit Francois Letexier Dituding Untungkan Argentina, Suporter Mesir Murka
-
Emosi dan Air Mata Lionel Messi: Apa yang Argentina Lakukan Benar-benar Gila
-
Kalah Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir: Francois Letexier Rugikan The Pharaohs
-
Ulasan Taktik Cerdas Lionel Scaloni: Perubahan Berani di Babak Kedua Jadi Kunci
-
Presiden Argentina Histeris Lihat Comeback Dramatis Lionel Messi Cs
-
Lionel Scaloni Ungkap Dua M yang Bikin Argentina Comeback Kalahkan Mesir