Bola / Bola Dunia
Minggu, 22 Februari 2026 | 09:46 WIB
Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, mengaku memiliki perasaan campur aduk usai menjalani debut bersama Ajax Amsterdam dalam lanjutan Eredivisie. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, menjalani debut debut Ajax Amsterdam melawan NEC Nijmegen dalam Eredivisie.
  • Debut terjadi mendadak karena kiper utama, Vitezslav Jaros, cedera kurang dari sehari sebelum pertandingan dimulai.
  • Paes merasa performa belum maksimal, mengakui kesalahan penguasaan bola namun juga melakukan penyelamatan penting.

Suara.com - Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, mengaku memiliki perasaan campur aduk usai menjalani debut bersama Ajax Amsterdam dalam lanjutan Eredivisie.

Tampil menghadapi NEC Nijmegen, Paes menilai performanya belum sepenuhnya maksimal meski mencatat sejumlah penyelamatan penting.

“Ini pencapaian indah bisa debut di klub sebesar Ajax. Tapi tentu saya ingin melangkah setahap demi setahap,” ujar Paes dilansir dari Sportnieuws.nl

Paes sejatinya direkrut pada bursa transfer musim dingin untuk menjadi pelapis kiper utama, Vitezslav Jaros, setidaknya hingga enam bulan ke depan.

Namun situasi berubah drastis ketika Jaros mengalami cedera saat latihan, hanya kurang dari 24 jam sebelum pertandingan.

Tanpa banyak waktu persiapan, Paes langsung dipercaya turun sebagai starter.

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya menjalani debut bersama Ajax Amsterdam pada lanjutan Liga Belanda 2025/2026. [@ajax]

“Saya tidak punya banyak pilihan. Secara fisik saya merasa prima dan sudah membuat banyak kemajuan. Tapi jika belum pernah bermain bersama rekan-rekan setim, tentu butuh adaptasi,” jelasnya.

Meski mencatat beberapa penyelamatan gemilang, Paes mengakui masih melakukan sejumlah kesalahan kecil, terutama saat menguasai bola.

“Saat menguasai bola ada beberapa kesalahan, itu bisa lebih baik lagi. Tapi sebagai kiper saya juga membuat beberapa penyelamatan bagus. Ini soal membiasakan diri dan mengenali situasi,” katanya.

Baca Juga: Rapor Debut Maarten Paes: 7 Penyelamatan, 2 Kali Kebobolan, Ajax Gagal Menang

Soal gol yang dicetak pemain NEC Darko Nejasmic, diakui oleh eks kiper FC Dallas itu sulit ia antisipasi.

“Bola berubah arah setelah terkena pemain. Situasinya seperti mesin pinball, arahnya berubah total setelah sliding. Sulit untuk disalahkan sepenuhnya,” ujarnya.

Paes juga menyoroti kelemahan Ajax dalam mengantisipasi bola mati. Menurutnya, NEC terlalu mudah mendapatkan peluang dari situasi sepak pojok.

“Kami harus lebih jantan saat menghadapi corner. Duel udara harus dimenangkan, termasuk bola kedua. Kami terlalu sering kalah dalam situasi itu,” tegasnya.

Hasil imbang tersebut membuat Ajax dan NEC sama-sama tertahan di papan atas klasemen. Di sisi lain, Feyenoord berpeluang memangkas jarak menjadi lima poin.

Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Paes tetap optimistis Ajax mampu mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

“Talenta di tim ini memberi saya keyakinan kami bisa finis kedua. Banyak hal berjalan tiga langkah lebih cepat dari yang biasa saya alami. Saya yakin dengan skuad ini,” ungkapnya penuh percaya diri.

“Saya rasional dengan peran saya. Saya bermain untuk lambang di dada, dalam peran apa pun yang diberikan. Saya tahu Jaros lebih diutamakan dan semuanya akan terbuka di musim panas nanti. Tugas saya hanya tampil maksimal dan menunjukkan kualitas,” pungkasnya.

Load More