- Manchester United memecat Ruben Amorim pada Senin (5/1/2026) setelah imbang melawan Leeds United, kini di posisi keenam.
- Pemecatan Amorim merupakan pergantian manajer permanen ketujuh pasca era Sir Alex Ferguson di Old Trafford.
- Thomas Frank mengkritik keras pemecatan tersebut, menekankan perlunya stabilitas untuk mencapai kesuksesan jangka panjang klub.
Suara.com - Pemecatan Ruben Amorim dari kursi panas Manchester United tak hanya menambah panjang daftar korban pasca era Sir Alex Ferguson, tetapi juga memicu reaksi keras dari sesama manajer Liga Inggris.
Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank secara terbuka mengkritik keputusan tersebut, seolah melihat cerminan dari tekanan brutal yang bisa menimpa dirinya kapan saja.
Manajemen Manchester United secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Amorim pada Senin (5/1/2026), tak lama setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh tim promosi, Leeds United.
Dalam rilis resminya, klub beralasan ini adalah momen yang tepat untuk perubahan demi mengejar posisi finis terbaik.
"Ruben Amorim telah meninggalkan tugasnya sebagai pelatih kepala Man United," demikian bunyi pernyataan klub.
"Dengan Manchester United berada di peringkat 6 klasemen Premier League, manajemen klub membuat keputusan bahwa ini waktu yang tepat untuk membuat perubahan," sambungnya.
Amorim pun menjadi pelatih permanen ketujuh yang harus angkat koper dari Old Trafford sejak era Sir Alex berakhir, sebuah statistik yang menunjukkan betapa kronisnya penyakit inkonsistensi di tubuh klub.
Di sinilah Thomas Frank angkat bicara. Pelatih asal Denmark ini tak segan menyindir hobi Manchester United yang terlalu sering merombak personel kunci, terutama di posisi pelatih dan direktur olahraga.
Baginya mustahil bagi sebuah klub untuk meraih kesuksesan jangka panjang jika fondasinya terus-menerus diganti.
Baca Juga: Sindiran Pedas Turki Alalshikh usai Ruben Amorim Dipecat, Doakan Keluarga Glazer Menyusul
"Sangat sulit untuk mencapai kesuksesan berkelanjutan jika Anda terus mengganti personel kunci," kata Frank dikutip dari X Fabrizio Romano.
"Seperti pelatih dan direktur olahraga," imbuhnya lagi.
Kritik Frank ini seolah menjadi suara kegelisahan para manajer Liga Inggris. Pemecatan Amorim menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara pujian dan pemecatan di kompetisi paling kejam di dunia.
Ia kemudian menunjuk para rival sebagai contoh ideal, klub-klub yang membangun kesuksesan di atas stabilitas dan keselarasan visi dari level tertinggi hingga ke ruang ganti.
"Klub-klub terbaik memiliki keselarasan antara kepemimpinan, kepemilikan, dan pelatih. Liverpool, Man City, dan Arsenal adalah beberapa contohnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Lima Laga Terakhir Masih Belum Terkalahkan! Sunderland Paksa Tottenham Berbagi Poin di London
-
Jejak Konflik Ruben Amorim dengan 5 Bintang Manchester United
-
Alumni Class of 92: Michael Carrick Cocok Gantikan Amorim di Manchester United
-
Xavi Buka Pintu ke Manchester United: Saya Ingin Berkarier di Premier League
-
Isi Grup WhatsApp Legenda MU Terbongkar Usai Ruben Amorim Dipecat, Fletcher Banjir Dukungan
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Baru Semusim Main di Liga Champions, Girona Resmi Terdegradasi dari LaLiga
-
Momen Hangat Pertemuan Marselino Ferdinan dan Shin Tae-yong Jelang TC Timnas Indonesia
-
Harry Kane Ukir Sejarah, Jadi Pemain Inggris Kedua yang Cetak 60 Gol Semusim di Liga Top Eropa
-
Pep Guardiola Tak Mau Ikut Campur Cari Penggantinya di Manchester City
-
Isu Wabah Ebola, Kongo Tolak Permintaan Isolasi 21 Hari Jelang Piala Dunia 2026
-
Gelandang Manchester City Kasih Selamat Eliano Reijnders Bawa Persib Bandung Juara Super League
-
Morten Hjulmand Merasa Terhormat Dikaitkan dengan Real Madrid
-
Tristan Gooijer Kedapatan Liburan di Bali, Sinyal Positif Naturalisasi Timnas Indonesia?
-
Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League
-
Tristan Gooijer Terpantau Liburan di Indonesia, Sekalian Urus Dokumen?