Bola / Bola Indonesia
Selasa, 06 Januari 2026 | 17:18 WIB
Joey Pelupessy memang dibawa Patrick Kluivert untuk bela timnas Indonesia. (Instagram/@joeypelupessy)
Baca 10 detik
  • Joey Pelupessy mengungkapkan kehancuran akibat kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
  • Debut Pelupessy terjadi Maret 2025 melawan Bahrain; keputusannya dibela Indonesia dipengaruhi Patrick Kluivert.
  • Setelah 206 hari mimpi Piala Dunia berakhir, kini Pelupessy fokus membuktikan diri untuk Asian Cup 2027.

Suara.com - Joey Pelupessy buka suara soal perasaannya yang hancur saat Timnas Indonesia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Setelah cukup lama bungkam, Joey mengungkap rasa sakit dan kecewanya usai kegagalan tim Merah Putih di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pelupessy mengaku tak pernah membayangkan akan membela Indonesia. Namun, pada saat debutnya yang disaksikan 70.000 suporter, Joey merasa sangat terharu dan bangga.

Apalagi di laga debutnya bersama Timnas Indonesia pada 25 Maret 2025 melawan Bahrian, istri, dua anaknya serta sang ayah turut menyaksikan.

“Momen itu benar-benar menyentuh saya. Ayah saya jarang bepergian, tapi kali ini dia hadir,” ungkapnya.

“Saya tahu di mana mereka duduk. Momen itu sangat mengharukan. Biasanya saya tidak seperti itu, tapi ini sangat istimewa. Apalagi ayah saya hadir. Dia jarang pergi ke mana-mana. Jika dia dari Nijverdal ke Wierden saja, itu sudah jauh baginya.”

Tahun 2025 menjadi fase penting dalam karier Pelupessy. Ia memulai petualangan baru di Belgia, bermain untuk Lommel SK, dan pada usia matang, resmi menjadi pemain Timnas Indonesia.

Diakui oleh Joey, keputusannya membela Indonesia dipengaruhi oleh sosok Patrick Kluivert. Joey sudah mengenal Kluivert sejak di Jong FC Twente.

Setelah mendapatkan kewarganegaraan Indonesia di Roma pada bulan Maret, Pelupessy langsung terbang ke Sydney untuk laga Kualifikasi Piala Dunia melawan Australia.

Baca Juga: Pegang Estafet Kepelatihan, John Herdman Bersaing dengan Waktu Susun Pakem Terbaik Skuat Garuda

Debut resminya terjadi lima hari kemudian di Jakarta melawan Bahrain, dengan kemenangan 1-0 untuk Indonesia.

Mimpi Piala Dunia Selama 206 Hari

Mimpi Piala Dunia Pelupessy berlangsung 206 hari, dari pertandingan pertama di Sydney hingga kekalahan 0-1 pada 11 Oktober melawan Irak di Arab Saudi. Semua harapan untuk debut Indonesia di Piala Dunia pun sirna.

Tak lama setelah itu, Kluivert dan seluruh staf Belanda dipecat.

“Kamu tahu itu bisa terjadi. Begitulah dunia sepak bola. Semua orang tahu itu.”

Kekalahan tersebut sangat menyakitkan. Setelah kalah dari Arab Saudi, Indonesia juga kalah dari Irak. Gol 1-0 Irak pada menit ke-87 menghancurkan sisa harapan terakhir.

Load More