- PSSI mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia melalui rilis infografis pada Selasa, 6 Januari 2026.
- Herdman pernah tiga kali masuk nominasi Pelatih Terbaik Dunia FIFA pada tahun 2012, 2015, dan 2016.
- Ia juga meraih berbagai penghargaan pelatih bergengsi saat menangani tim nasional Selandia Baru dan Kanada.
Suara.com - Resmi sudah era baru Timnas Indonesia di bawah komando John Herdman. Tak ingin tanggung-tanggung, PSSI langsung memamerkan sederet penghargaan bergengsi yang telah dikoleksi sang pelatih sepanjang 20 tahun kariernya.
Dalam sebuah infografis yang dirilis di akun media sosial resmi, Selasa (6/1/2026), PSSI secara detail merinci CV impresif nakhoda anyar skuad Garuda tersebut.
Penghargaan paling prestisius dalam daftar tersebut tentu saja adalah pengakuan dari level tertinggi.
John Herdman tercatat pernah tiga kali masuk dalam nominasi Pelatih Terbaik Dunia FIFA (FIFA Men's Coach), yaitu pada tahun 2012, 2015, dan 2016.
Nominasi ini menjadi bukti bahwa kualitasnya telah diakui di panggung global.
Selain pengakuan dari FIFA, Herdman juga menorehkan dominasi di level negara yang pernah ia tangani.
Di Selandia Baru ia dua kali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik (Coach of the Year) pada tahun 2006 dan 2008.
Di Kanada koleksi penghargaannya jauh lebih melimpah. Herman meraih Sport Canada Coaching Excellence Award (2012 & 2016).
Lalu pelatih kelahiran Inggris ini juga memiliki penghargaan The Canadian Press Team of The Year (2012 & 2022) dan Jack Donohue Coach of the Year (2017).
Baca Juga: Bintang Juventus Jonathan David Bongkar Kejeniusan Pelatih Baru Timnas Indonesia
Sederet trofi individu ini melengkapi rekam jejaknya yang sukses di lapangan, mulai dari mengantar Timnas Putri Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade hingga mahakaryanya membawa Timnas Putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022.
Dengan memamerkan daftar panjang penghargaan ini, PSSI seolah ingin mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada publik sepak bola Tanah Air mereka tidak hanya merekrut seorang pelatih, tetapi seorang manajer dengan mentalitas pemenang dan kualitas yang telah teruji serta diakui di level tertinggi.
Berita Terkait
-
Ujian Jay Idzes di Sassuolo vs Juventus, Hadapi Striker Polesan John Herdman
-
Layangkan Tendangan Kungfu, Hilmi Gimnastia akan Disidang Komdis PSSI pada 11 Januari
-
Kata Jay Idzes Sebelum Lawan Juventus
-
John Herdman Datang, Bayang-bayang Kegagalan Peter Withe Hantui Timnas Indonesia?
-
John Herdman Tak Bawa Gerbong ke Timnas Indonesia, Cuma 2-3 Orang Saja
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Cerita Zinedine Zidane Tak Umbar Iman Islam: Puasa, Salat Bukan Buat Pencitraan
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
-
Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?
-
Real Madrid Tumbang di Markas Osasuna, Ini Dalih Alvaro Arbeloa
-
Nganggur Milih-milih Pekerjaan, Xabi Alonso Tolak Latih Klub Problematik
-
Persib Bandung Fokus ke Super League, Federico Barba: Kami Ingin Menang di Setiap Laga
-
Babak Baru Kasus Rasisme Vinicius Jr: Kubu Gianluca Prestianni Melawan Balik
-
Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk