- Joey Pelupessy mengaku merasa "benar-benar hancur" selama dua minggu setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah dari Irak.
- Kekecewaan mendalam tersebut didasari kesadaran Joey bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya tampil di Piala Dunia mengingat usianya akan mencapai 37 tahun di edisi berikutnya.
- Meski pelatih Patrick Kluivert telah dipecat, Joey kini kembali fokus untuk membuktikan kualitasnya agar tetap dipanggil Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 2027.
Suara.com - Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, akhirnya buka suara mengenai perasaan hancurnya pasca kegagalan Skuad Garuda menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Pemain yang kini merumput di Liga Belgia bersama Lommel SK itu menggambarkan tahun 2025 sebagai tahun yang "istimewa" namun berakhir dengan luka mendalam yang sulit disembuhkan dalam waktu singkat.
Joey mengaku sempat hidup dalam mimpi indah selama 206 hari, terhitung sejak ia resmi menjadi WNI di Roma pada Maret hingga momen kelam di Arab Saudi pada pertengahan Oktober.
Kekalahan tipis 0-1 dari Irak lewat gol telat di menit ke-87 menjadi titik balik yang menghancurkan segalanya, tidak hanya bagi tim tetapi juga mentalitas pribadinya.
"Saya benar-benar hancur, rasanya itu bertahan setidaknya dua minggu," ungkap Joey Pelupessy kepada media Belanda, Tubantia.
Kekecewaan mendalam Joey bukan tanpa alasan yang kuat. Faktor usia menjadi bayang-bayang menakutkan yang membuatnya sadar bahwa peluang emas itu mungkin tak akan datang dua kali.
"Saya tahu saya bisa bermain di Piala Dunia, ini satu-satunya kesempatan saya, seratus persen," tuturnya getir.
Ia menyadari bahwa pada edisi Piala Dunia berikutnya, usianya akan menginjak 37 tahun, sebuah usia yang tidak lagi ideal untuk bersaing di level tertinggi internasional.
Situasi semakin pelik ketika pelatih yang membawanya ke timnas, Patrick Kluivert, beserta seluruh staf kepelatihan asal Belanda dipecat tak lama setelah kegagalan tersebut.
Baca Juga: Kata Jay Idzes Sebelum Lawan Juventus
Meski sempat terpuruk, Joey kini mencoba bangkit dan menatap target realistis berikutnya, yakni Piala Asia yang akan digelar pada Januari 2027.
"Kami sudah lolos. Sekarang tugas saya menunjukkan bahwa saya masih layak berada di tim nasional," pungkasnya dengan tekad baru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut