-
Timnas Indonesia berada di Grup A Piala AFF 2026 bersama Vietnam dan Singapura.
-
Rekor pertemuan mencatat Indonesia menang 11 kali dan Vietnam menang 9 kali sejak 1991.
-
Indonesia mengincar gelar juara perdana setelah enam kali menjadi runner up di ajang ini.
Suara.com - Persaingan ketat sepak bola Asia Tenggara Piala AFF 2026 kembali memanas setelah hasil pengundian grup turnamen bergengsi dirilis resmi.
Agenda Drawing Piala AFF 2026 baru saja rampung dilaksanakan pada Kamis sore.
Berdasarkan hasil undian tersebut, Timnas Indonesia dipastikan menghuni Grup A bersama beberapa tim kuat lainnya.
Salah satu sorotan utama dalam grup ini adalah pertemuan kembali antara Skuad Garuda dengan rival abadi mereka, Vietnam.
Selain Vietnam, Indonesia juga akan bertarung melawan Singapura, Kamboja, serta pemenang babak playoff antara Brunei atau Timor Leste.
Duel melawan Vietnam selalu menyajikan tensi tinggi mengingat sejarah rivalitas kedua negara yang sangat panjang.
Sejak pertama kali bertemu pada tahun 1991, kedua kesebelasan tercatat sudah saling berhadapan sebanyak 31 kali.
Statistik menunjukkan persaingan yang cukup berimbang dengan catatan 11 kemenangan diraih oleh kubu Indonesia.
Vietnam sendiri berhasil mengoleksi sembilan kemenangan, sementara 11 pertandingan sisa berakhir dengan skor imbang.
Baca Juga: Bak Langit dan Bumi, Ini Beda Statistik John Herdman vs Pelatih Vietnam
Pertemuan di panggung Piala AFF mendominasi sejarah panjang bentrokan antara tim Merah Putih dan The Golden Star.
Melihat performa dalam lima laga terakhir, Timnas Indonesia menunjukkan grafik permainan yang lebih unggul dibanding lawannya.
Pasukan Garuda sukses mengamankan tiga kemenangan penting, sedangkan Vietnam hanya mampu mencuri dua kemenangan saja.
Kemenangan krusial Indonesia tersebut didapatkan saat kedua tim bertemu di ajang Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia.
Namun, patut menjadi catatan bahwa dua kekalahan terakhir Indonesia justru terjadi di turnamen Piala AFF sebelumnya.
Data ini menjadi sinyal waspada bagi pelatih agar tidak meremehkan kekuatan Vietnam di kompetisi tingkat regional.
Sejarah prestasi kedua negara di ajang ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok dalam beberapa dekade.
Vietnam tercatat sudah merasakan manisnya gelar juara Piala AFF sebanyak tiga kali sepanjang partisipasi mereka.
Sebaliknya, Timnas Indonesia hingga saat ini masih memburu trofi perdana mereka setelah sering kali gagal di final.
Label runner up abadi melekat pada Indonesia karena sudah enam kali hanya mampu mengakhiri turnamen di posisi kedua.
Turnamen tahun 2026 ini menjadi momentum besar bagi Skuad Garuda untuk mengakhiri puasa gelar internasional mereka.
Meskipun Vietnam menjadi lawan terberat, keberadaan Singapura dan Kamboja di Grup A juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Singapura memiliki sejarah kuat di kompetisi ini, sementara Kamboja terus menunjukkan perkembangan performa yang signifikan setiap tahunnya.
Pemenang dari laga playoff antara Brunei Darussalam dan Timor Leste akan melengkapi daftar penghuni di Grup A.
Format pertandingan yang kompetitif menuntut konsistensi tinggi dari anak asuh Shin Tae-yong sejak laga pembuka penyisihan.
Dukungan penuh dari suporter di tanah air diharapkan mampu membakar semangat pemain saat melakoni laga kandang nanti.
Tensi panas di dalam lapangan seringkali dipicu oleh sejarah panjang pertemuan yang penuh dengan drama dan aksi.
Kutipan tersebut menegaskan kepastian langkah Indonesia dalam memulai kampanye perebutan takhta tertinggi sepak bola di Asia Tenggara.
Fokus utama saat ini adalah mematangkan taktik demi meredam permainan cepat yang menjadi ciri khas tim-tim ASEAN.
Kemenangan atas Vietnam di fase grup akan menjadi kunci penting untuk mengamankan posisi menuju babak semifinal.
Target juara menjadi harga mati bagi seluruh elemen tim demi membanggakan jutaan pecinta sepak bola nasional.
Dengan komposisi pemain yang kini dihuni banyak bakat muda potensial, Indonesia optimistis bisa berbicara banyak.
Pengalaman bertanding di level Asia menjadi modal berharga bagi para pemain untuk menghadapi tekanan di panggung regional.
Setiap laga di Grup A akan dianggap sebagai partai final demi menjaga peluang lolos sebagai juara grup.
Masyarakat kini menanti bagaimana strategi yang akan diterapkan untuk mengatasi perlawanan ketat dari negara-negara tetangga tersebut.
Piala AFF 2026 diprediksi akan menjadi edisi yang paling menarik perhatian sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
XSeries-2 Hadirkan Duel Dua Legenda Futsal Dunia: Ricardinho vs Falcao
-
Klasemen Serie A Liga Italia: Rossoneri Dekati Nerazzurri Usai Menang Comeback Atas Como
-
Alvaro Arbeloa Sebut Vinicius Junior Layaknya Kapten Usai Real Madrid Dipermalukan Tim Divisi Kedua
-
Hasil Copa del Rey: Barcelona Melaju ke Perempat Final Usai Bekuk Racing Santander 2 Gol Tanpa Balas
-
Hasil Piala Raja: Valencia Bungkam Burgos 2-0 Untuk Segel Tiket Menuju Babak Perempat Final
-
Hasil Liga Italia: Adrien Rabiot Cetak Brace Bawa AC Milan Tundukkan Como Skor 3-1
-
Hasil Liga Italia: Bologna Tekuk Hellas Verona 3-2 dan Merangkak Naik ke Peringkat 8 Klasemen
-
Klub Arab Saudi Goda Lionel Messi dengan Kontrak Tak Masuk Akal, Minta Apa Saja Dikasih
-
Bicara Persaingan Juara Musim 2025/2026, Bojan Hodak Sebut Persija dan Malut United
-
Real Madrid Kalah Memalukan, Vinicius Junior Jadi Korban Serangan Rasial