Bola / Bola Indonesia
Selasa, 20 Januari 2026 | 06:56 WIB
Beda ranking FIFA Timnas Indonesia dengan lawannya di FIFA Series 2026. (pssi.org)
Baca 10 detik
  • Debut pelatih John Herdman di FIFA Series Maret 2026 akan menguji Timnas Indonesia melawan tiga lawan berbeda konfederasi.
  • Indonesia (peringkat 122) akan menghadapi Bulgaria (peringkat 88) sebagai lawan terkuat, serta Kepulauan Solomon dan St. Kitts and Nevis.
  • PSSI melihat variasi lawan ini sebagai kesempatan emas menguji mental dan kualitas teknis skuad Garuda untuk perkembangan tim.

Suara.com - Panggung debut pelatih baru John Herdman di ajang FIFA Series Maret 2026 mendatang akan menyajikan sebuah tantangan dengan level yang sangat bervariasi.

Berdasarkan rilis resmi FIFA, Timnas Indonesia akan dihadapkan pada satu lawan yang secara peringkat jauh lebih superior dan dua lawan lainnya yang di atas kertas berada di bawah level skuad Garuda.

Indonesia sebagai salah satu dari sembilan negara tuan rumah, akan satu grup dengan tiga negara dari konfederasi yang berbeda: Bulgaria (UEFA), Kepulauan Solomon (OFC), dan St. Kitts and Nevis (CONCACAF).

Lantas, bagaimana perbandingan kekuatan mereka jika dilihat dari ranking FIFA terbaru.

Bulgaria berada di peringkat 88 dunia. Ini akan menjadi lawan terkuat dan ujian sesungguhnya bagi Timnas Indonesia.

Adapun Timnas Indonesia saat ini menempati peringkat 122 dunia yang turun usai hasil buruk di bawah asuhan Patrick Kluivert.

Lantas Kepulauan Solomon berada di peringkat 152 dunia. Sedangkan St. Kitts and Nevis menempati peringkat 154 dunia.

Dari peta kekuatan ini, terlihat jelas bahwa skuad Garuda akan menjadi tengah tengah.

Secara teori, Timnas Indonesia lebih diunggulkan saat melawan wakil Oseania dan CONCACAF, namun akan berstatus underdog saat berhadapan dengan wakil Eropa.

Baca Juga: Kata-kata John Herdman Pikul Beban Ekspetasi 280 Juta Rakyat Indonesia

Bagi PSSI, komposisi lawan yang beragam inilah yang menjadi daya tarik utama. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir melihatnya sebagai kesempatan langka untuk menguji mental dan kualitas teknis para pemain.

"Menghadapi tim dari Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting bagi perkembangan tim," kata Erick Thohir dikutip dari laman resmi federasi.

"Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis. Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia," tambahnya.

PSSI pun berharap ajang ini bisa menjadi batu loncatan bagi tim untuk naik kelas.

"Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah tidak hanya menjadi bukti kepercayaan dunia terhadap kemampuan Indonesia menyelenggarakan event internasional, tetapi juga membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk berkembang ke level lebih tinggi," tulis PSSI dalam rilisnya.

Load More