-
Arema FC berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor meyakinkan di Stadion GBK.
-
Marcos Santos mengkritik sikap Mauricio Souza yang dianggap kurang rendah hati saat kalah.
-
Intervensi VAR membatalkan gol Gustavo Almeida yang menjadi titik balik kekalahan Persija Jakarta.
Suara.com - Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi bisu rivalitas panas antara Persija Jakarta dan Arema FC.
Pertemuan pekan ke-20 Super League 2025/2026 ini menyajikan tensi tinggi yang berlanjut hingga peluit panjang.
Singo Edan berhasil membawa pulang poin penuh meski atmosfer pertandingan sangat mencekam sejak menit pertama.
Gesekan fisik dan adu mulut antarpemain menjadi bumbu penyedap dalam duel klasik penuh gengsi tersebut.
Puncak perselisihan terjadi ketika ofisial dan staf pelatih kedua tim terlibat ketegangan di area teknis.
Marcos Santos dan Mauricio Souza sempat tertangkap kamera bersitegang sebelum meluncur ke lorong ruang ganti.
Nakhoda Arema FC itu akhirnya memberikan klarifikasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi di pinggir lapangan.
Santos berpendapat bahwa insiden tersebut merupakan reaksi spontan dari tekanan hasil akhir pertandingan yang ada.
Ia menampik adanya dendam pribadi yang mendasari keributan dengan juru taktik tim Macan Kemayoran tersebut.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan di Balik Batalnya Transfer Ragnar Oratmangoen ke Super League
Pelatih asal Brasil ini justru menyoroti sikap kolega senegaranya yang dianggap gagal mengontrol emosi jiwa.
"Tidak, saya rasa Mauricio sedang emosi. Saya rasa dia sedikit kurang rendah hati dalam kekalahan itu karena dia tidak perlu menekan pemain kami yang berada di bangku cadangan, kan?" katanya kepada awak media.
Pernyataan ini merujuk pada aksi provokasi yang diduga dilakukan Souza terhadap pemain cadangan tim tamu.
Santos merasa ada perbedaan sikap yang kontras jika dibandingkan saat pertemuan pertama kedua tim musim ini.
"Saya rasa dia sedikit kurang rendah hati dalam menerima kekalahan. Sesuatu yang, saat di Malang ketika kami kalah, saya menyapanya dan menyampaikan rasa hormat sepanjang waktu," tambahnya.
Bagi Santos, sportivitas tetap harus dijunjung tinggi tanpa mempedulikan hasil skor yang terpampang di papan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya
-
Iran di Ujung Tanduk! Ini Skenario Team Melli Lolos atau Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Rudi Garcia Puji Peran Pemain Senior Usai Belgia Tekuk Selandia Baru 5-1
-
Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air