-
Ratchaburi FC berlakukan status siaga tertinggi bagi suporternya saat bertandang ke markas Persib.
-
Pemicu ketegangan adalah insiden gesekan antarsuporter yang terjadi pada pertemuan leg pertama.
-
Manajemen klub Thailand mengkhawatirkan militansi pendukung Persib saat laga di GBLA mendatang.
Pihak Ratchaburi menyadari betul bagaimana fanatisme luar biasa yang dimiliki oleh pendukung tuan rumah.
Mereka memprediksi atmosfer di Stadion GBLA akan jauh lebih menekan dibandingkan pertandingan sebelumnya.
Ada ketakutan akan adanya aksi balasan dari oknum pendukung tuan rumah akibat insiden sebelumnya.
Oleh karena itu, kewaspadaan mandiri sangat ditekankan kepada seluruh rombongan suporter dari Thailand.
"Pihak klub mengkhawatirkan insiden pada leg pertama dapat menjadi pemicu balasan dari suporter tuan rumah di 'Tanah Air Garuda' yang dikenal memiliki militansi tinggi, sehingga mengimbau para pendukung Thailand untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala bentuk konfrontasi demi keselamatan," jelasnya.
Siam Sport memberikan gambaran detail mengenai pemicu keributan yang terjadi di markas Ratchaburi.
Menurut mereka, pendukung tim tamu terus memberikan tekanan verbal yang memancing emosi suporter lokal.
Tindakan tersebut kabarnya dilakukan secara konsisten selama jalannya pertandingan di tribun stadion.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika kedua massa bertemu di akses keluar setelah peluit panjang.
Baca Juga: Petinggi Ratchaburi Minta Fans Waspada Tingkat Tinggi Tandang ke Markas Persib Bandung
"Laporan menyebutkan bahwa pemicu kejadian bermula dari suporter tim tamu yang terus melontarkan provokasi kepada pendukung 'Rajamangkorn' sepanjang 90 menit pertandingan."
Pertemuan dua kelompok suporter tersebut menciptakan suasana yang sangat mencekam bagi siapa pun di sana.
Aksi dorong mendorong sempat terjadi di tengah kerumunan yang emosinya sudah meledak-ledak.
"Seusai laga, kedua kelompok suporter berhadapan di area pintu keluar stadion."
"Yang kemudian memicu adu mulut sengit dan sedikit aksi saling dorong di tengah situasi yang sangat tegang dan berpotensi membesar kapan saja."
Beruntung, respons cepat dari pihak kepolisian setempat mampu meredam amarah kedua kelompok pendukung tersebut.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai korban dengan luka serius akibat peristiwa di Thailand.
"Beruntung, petugas keamanan segera turun tangan untuk meredam keadaan sehingga tidak ada korban luka serius sebelum kedua pihak akhirnya membubarkan diri," jelasnya.
Kini, fokus beralih pada bagaimana prosedur pengamanan yang akan diterapkan di Kota Bandung nanti.
Persib Bandung sendiri dikenal memiliki basis massa yang sangat besar dan sangat loyal.
Pihak keamanan di Indonesia diharapkan mampu memberikan jaminan keselamatan bagi seluruh pihak yang hadir.
Meski situasi memanas, esensi dari sepak bola sebagai pemersatu bangsa harus tetap dijaga.
Para pemain kedua tim diharapkan tetap profesional dan tidak terpengaruh oleh isu di luar lapangan.
Kemenangan Ratchaburi di leg pertama memberikan mereka modal berharga secara teknis di atas rumput.
Namun, dukungan ribuan suporter Persib tentu akan menjadi pemain ke-12 yang sangat menyulitkan tamu.
Diharapkan pertandingan leg kedua nanti dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan keamanan sedikit pun.
Seluruh pecinta sepak bola Asia tentu menantikan duel taktis antara wakil Indonesia dan Thailand ini.
Kedua tim masih memiliki peluang untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka di panggung internasional.
Mari kita nantikan apakah imbauan waspada dari Ratchaburi FC ini akan terbukti atau tidak.
Semoga atmosfer di Stadion GBLA tetap kondusif namun tetap memberikan tekanan mental bagi lawan.
Keamanan suporter adalah prioritas utama di atas hasil akhir sebuah pertandingan sepak bola profesional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan