- John Herdman dikenal sebagai pelatih adaptif yang menguasai berbagai formasi mulai dari 4-3-3, 4-4-2, hingga skema tiga bek seperti 3-4-3 dan 3-5-2.
- Pengalaman Herdman menerapkan formasi tiga bek di Timnas Kanada dan Toronto FC dinilai cocok dengan karakter pemain Indonesia warisan era Shin Tae-yong.
- Debut Herdman melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 akan menjadi ajang pembuktian fleksibilitas taktiknya dalam meramu skuad Garuda.
Suara.com - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, tengah bersiap meracik strategi terbaik jelang debutnya di ajang FIFA Series 2026 pada Maret mendatang.
John Herdman dikenal memiliki kekayaan variasi taktik, mulai dari skema tiga bek hingga empat bek, yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan potensi skuad Garuda.
Laga perdana melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret akan menjadi panggung pembuktian bagi fleksibilitas formasi yang diusung pelatih asal Inggris tersebut.
Sang juru taktik saat ini sangat aktif memantau performa para pemain di berbagai kompetisi demi menemukan komposisi yang paling pas untuk dibawa ke Jakarta.
Reputasi Herdman sebagai pelatih adaptif membuatnya tidak terpaku pada satu pakem permainan saja dalam menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Terdapat sederet opsi formasi yang menjadi andalannya selama ini, mulai dari pola klasik 4-4-2 hingga skema menyerang 4-3-3.
Selain itu, ia juga sangat fasih menerapkan sistem tiga bek yang solid melalui formasi 3-4-3 ataupun 3-5-2 sesuai kebutuhan di lapangan.
Saat awal menukangi Timnas Kanada, Herdman sempat bereksperimen menggunakan pola 4-3-3 dan 4-3-2-1 untuk membaca kedalaman skuadnya.
Ia kemudian berani melakukan transformasi taktik ke skema 3-4-3 saat menghadapi laga krusial kualifikasi Piala Dunia melawan Suriname.
Baca Juga: Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!
Perubahan tersebut terbukti ampuh memberikan keseimbangan yang solid antara lini pertahanan dan daya gedor serangan tim asuhannya.
Pada fase akhir masa baktinya di Kanada, ia kembali memadukan formasi 4-4-2 dengan 3-5-2 untuk mengakomodasi karakter pemain yang tersedia.
Pendekatan serupa yang mengandalkan tiga bek sebagai fondasi utama juga ia terapkan secara konsisten saat melatih klub Toronto FC.
Kabar baiknya, skema tiga bek ini bukanlah hal yang asing bagi para penggawa Timnas Indonesia saat ini karena sudah sering diterapkan sebelumnya.
Pada era Shin Tae-yong, formasi 3-4-3 terbukti sangat efektif membawa Skuad Garuda melangkah jauh hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pola tersebut memungkinkan tim bertransformasi menjadi lima bek saat bertahan dan berubah sangat agresif ketika melakukan transisi menyerang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap
-
Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA
-
Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor
-
Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura
-
Tarif LRT Velodrome - Manggarai Cuma Rp 5.000 hingga Oktober, Terhubung KRL dan Kereta Bandara
-
Sah! Sandiaga Uno Jadi Presiden Komisaris MUTU
-
Semen Gresik Raih Best Choice Brand Portland Cement Pada Ajang The Peoples Choice 2026
-
Jelang FIFA ASEAN Cup 2026 Kevin Diks Bikin Bangga Indonesia di Jerman
-
Sudah Terima Kompensasi Tapi Nekat Buka Lapak, 5 Bangunan Liar di Jalur Ciater-Subang Disegel
-
Ulasan Nice to Not Meet You: Krisis Identitas di Balik Pekerjaan Impian