-
FIFA memantau keamanan timnas Iran di Piala Dunia 2026 pasca serangan rudal Amerika Serikat.
-
Nasib Iran di Grup G masih belum berubah meski tensi militer kedua negara memanas.
-
Sekjen FIFA Mattias Grafstrom menegaskan perlunya kajian mendalam sebelum mengambil keputusan terkait turnamen.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, akhirnya memberikan keterangan resmi mengenai posisi federasi saat ini.
Keterangan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri agenda tahunan IFAB yang berlangsung di Cardiff, Wales.
Grafstrom menegaskan bahwa otoritas sepak bola tertinggi masih melakukan peninjauan mendalam terhadap eskalasi yang ada.
Beliau mengaku sudah mengantongi informasi terkait laporan penyerangan tersebut sejak pagi hari sebelum rapat dimulai.
Pihak FIFA saat ini belum mau terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis terkait status kepesertaan negara terkait.
“Saya membaca berita tentang Iran pagi ini seperti Anda semua,” ujar Grafstrom secara transparan kepada media.
Pihak internal federasi dikabarkan telah menggelar diskusi khusus untuk membedah potensi risiko keamanan di masa depan.
“Kami telah mengadakan pertemuan dan saat ini masih terlalu dini untuk memberikan komentar lebih rinci,” tambah Grafstrom.
FIFA menegaskan komitmennya untuk tidak abai terhadap isu kemanusiaan dan keamanan global yang sedang berkembang.
Baca Juga: Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
“Namun kami akan terus memantau perkembangan semua isu yang terjadi di berbagai belahan dunia," tutupnya dalam laporan ESPN.
Hingga detik ini, belum ada sinyal bahwa FIFA akan mendiskualifikasi atau mengubah status partisipasi Iran.
Federasi memilih untuk tetap konsisten mengikuti arus informasi dan perkembangan situasi di lapangan secara objektif.
Namun, publik kembali menyoroti kedekatan antara pimpinan FIFA dan kepala negara Amerika Serikat tersebut.
Perlu diingat bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino pernah memberikan apresiasi khusus kepada Donald Trump tahun lalu.
Penghargaan bertajuk “FIFA Peace Prize” tersebut diserahkan langsung kepada Trump pada bulan Desember silam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji