-
Serangan militer Amerika Serikat ke Iran mengancam keberlangsungan Grup G di Piala Dunia.
-
FIFA mempertimbangkan Uni Emirat Arab atau Irak sebagai pengganti jika Iran batal bertanding.
-
Sekjen FIFA menjamin keamanan seluruh peserta meski tensi politik di Amerika Utara sedang memanas.
Seluruh jadwal pertandingan Iran dalam fase grup ini rencananya akan dilangsungkan sepenuhnya di atas tanah Amerika Serikat.
Dunia kini menanti kepastian apakah konflik senjata ini akan memutus harapan para pemain Iran untuk berlaga di lapangan hijau.
FIFA sebenarnya telah memiliki protokol resmi jika ada negara peserta yang memutuskan mundur atau terpaksa dilarang bertanding.
Regulasi FIFA menyebutkan bahwa tim yang bermasalah akan digantikan oleh tim alternatif yang memiliki kualifikasi terbaik dari konfederasi yang sama.
Dalam konteks ini Uni Emirat Arab atau UEA menjadi kandidat terkuat yang bisa mendapatkan keuntungan dari situasi sulit Iran.
UEA tercatat sebagai tim dengan peringkat tertinggi di kualifikasi Asia yang sebelumnya belum berhasil lolos secara langsung.
Sebelumnya langkah UEA dihentikan oleh Irak dalam babak play-off zona kontinental dengan skor agregat tipis 3-2.
Irak sendiri saat ini sedang bersiap menghadapi babak play-off antarbenua melawan tim dari Amerika Selatan atau Karibia pada akhir Maret.
Opsi lain yang muncul adalah memberikan slot langsung Iran kepada Irak dan menggeser posisi UEA ke babak play-off interkontinental.
Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
Hingga saat ini badan sepak bola dunia tersebut belum mengeluarkan keputusan final terkait status kepesertaan Iran di Amerika Utara.
Mattias Grafstrom selaku Sekretaris Jenderal FIFA menyatakan bahwa pihaknya terus memantau setiap perkembangan yang terjadi di Timur Tengah.
Beliau menambahkan bahwa diskusi mendalam belum dilakukan namun pengawasan terhadap isu-isu global tetap menjadi prioritas utama organisasi.
Fokus utama FIFA saat ini adalah menjamin bahwa seluruh tim yang telah ikut dalam pengundian di Washington bisa bertanding dengan aman.
Komunikasi intensif dengan tiga pemerintah tuan rumah akan terus dijalankan guna memastikan stabilitas keamanan selama turnamen berlangsung.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Budaya LGBT Jadi Ancaman Negara, Mensesneg Beri Kode Bakal Ada Pembatasan Konten
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Bagus di Official Store Shopee, Solusi Instan Tutupi Uban
-
Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka
-
Serangan Terbaru AS ke Iran Bikin 260 Orang Terluka, 2 Tewas
-
Biaya Perawatan Gigi di Indonesia Termasuk Tertinggi di Asia Tenggara, Ternyata Ini Penyebabnya
-
My Troublesome Star: Menggugat Stigma Usia Perempuan dalam Industri Hiburan
-
11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil
-
Penyidik Polri Antar Lagi Bukti Kasus Febrie Adriansyah, Ada Bingkai Berbalut Seprai MU
-
Terdakwa Terakhir Kasus Bea Cukai Segera Disidang, KPK Limpahkan Berkas ke Pengadilan Tipikor
-
Pendidikan Dianaktirikan: Mengapa Indonesia Masih Pelit Investasi pada Otak Rakyatnya?