-
Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer ke Iran demi perubahan kekuasaan di sana.
-
FIFA terus memantau situasi keamanan Iran demi kelancaran partisipasi tim di Piala Dunia 2026.
-
Iran membalas serangan dengan mengincar pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah.
Suara.com - Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, memberikan pernyataan awal mengenai kemelut yang sedang terjadi di Iran.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah kini tengah berada dalam fase yang sangat kritis dan mengkhawatirkan.
Eskalasi militer yang melibatkan kekuatan besar dunia secara resmi pecah di wilayah tersebut pada hari ini.
Dunia internasional dikejutkan dengan aksi penyerangan yang menyasar kedaulatan wilayah Republik Islam Iran secara mendadak.
Kejadian luar biasa ini memicu reaksi dari berbagai lembaga global termasuk otoritas tertinggi sepakbola dunia, FIFA.
Organisasi yang bermarkas di Zurich tersebut kini mulai menyoroti dampak konflik terhadap agenda olahraga internasional.
FIFA mengaku telah mendapatkan informasi mengenai serangan militer yang berlangsung sejak pagi hari waktu setempat.
Grafstrom menekankan bahwa otoritas sepakbola global belum bisa mengambil keputusan drastis dalam waktu yang sangat singkat.
Upaya pemantauan terus dilakukan secara intensif untuk melihat bagaimana perkembangan stabilitas keamanan di wilayah terdampak konflik.
Baca Juga: Timnas China Gantikan Posisi Iran di Piala Dunia 2026?
Mattias Grafstrom menyampaikan hal ini saat menghadiri pertemuan penting para petinggi sepakbola internasional di wilayah Wales.
"Saya membaca berita pagi ini sama seperti Anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara rinci, tetapi kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia," kata Mattias, dalam rapat umum tahunan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional di Cardiff, Wales, melansir ESPN.
Meskipun situasi sedang memanas, FIFA tetap memegang komitmen awal mereka terkait penyelenggaraan turnamen besar di Amerika.
Prosesi undian grup yang dilakukan di Washington sebelumnya telah berjalan lancar dengan melibatkan seluruh perwakilan negara peserta.
Keamanan setiap kontingen yang akan bertanding di ajang bergengsi tersebut tetap menjadi prioritas utama bagi pihak penyelenggara.
Pihak FIFA berupaya agar dinamika politik global tidak mencederai partisipasi negara-negara yang telah dinyatakan lolos kualifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog
-
HP Apa yang Kameranya Bagus selain iPhone? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Feng Shui Pintu Utama 2 Daun Apakah Bagus untuk Rumah? Ini Penjelasannya
-
Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
-
Strategi QRIS dan BRImo, Strategi UMKM Pemalang Ini Sukses Perluas Jangkauan Pasar
-
Hari Anak Nasional: Mengapa Orang Tua Perlu Berhenti Menuntut Anak Menjadi Sempurna?
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan