Bola / Bola Indonesia
Minggu, 01 Maret 2026 | 09:20 WIB
Timnas Indonesia (AFC)
Baca 10 detik
  • Iran berpotensi mundur dari Piala Dunia 2026 karena konflik militer dengan Amerika Serikat.

  • Timnas Indonesia berada di urutan keempat sebagai calon pengganti posisi kosong milik Iran.

  • Irak menjadi kandidat terkuat pengganti Iran karena statusnya sebagai peserta babak playoff antarkonfederasi.

Padahal berdasarkan hasil undian Iran berada di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia dan juga Mesir.

Tim asuhan Team Melli dijadwalkan menantang Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang sesuai jadwal FIFA.

Selanjutnya mereka harus menghadapi Belgia di Los Angeles pada 21 Juni dan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Seluruh kota penyelenggara pertandingan tersebut berada di bawah naungan penuh otoritas pemerintah Amerika Serikat secara administratif.

Hal inilah yang menjadi dasar kuat mengapa partisipasi mereka sangat diragukan bisa terlaksana sesuai rencana awal turnamen.

Publik sepak bola tanah air mulai bertanya mengenai kemungkinan Timnas Indonesia masuk sebagai kandidat pengganti Iran.

Berdasarkan data Sportbible tim nasional Indonesia saat ini berada di urutan keempat dalam daftar tunggu resmi.

Posisi skuad Garuda berada di bawah Irak, Uni Emirat Arab (UEA) dan juga Oman berdasarkan peringkat kualifikasi.

Irak saat ini menyandang status sebagai kandidat terkuat karena keberhasilan mereka melaju hingga babak playoff antarkonfederasi.

Baca Juga: Justin Hubner Cetak Gol Penentu Kemenangan Fortuna Sittard Lawan NEC Nijmegen di Liga Belanda

Status tersebut memberikan hak istimewa bagi Irak untuk dipromosikan lebih dulu jika ada slot yang kosong tiba-tiba.

Tim yang dijuluki Singa Mesopotamia ini dijadwalkan akan bertarung pada babak playoff yang digelar Maret 2026 nanti.

Irak rencananya akan berhadapan dengan pemenang laga antara Bolivia melawan Suriname dalam perebutan tiket sisa Piala Dunia.

Jika Irak langsung naik menggantikan Iran maka posisi mereka di playoff akan digantikan oleh Uni Emirat Arab.

UEA memiliki hak tersebut karena mereka merupakan kontestan yang mampu bertahan hingga babak kelima kualifikasi zona Asia.

Skenario estafet posisi ini menjadi sistem yang paling mungkin diterapkan oleh AFC guna mengisi kekosongan slot tersebut.

Lalu bagaimana dengan posisi Oman yang secara peringkat kualifikasi masih berada di atas pencapaian skuad asuhan Shin Tae-yong.

Oman dianggap memiliki rapor yang sedikit lebih baik dibandingkan Indonesia selama putaran keempat babak kualifikasi berlangsung.

Ketika skuad Garuda gagal memanen poin di laga penting Oman justru berhasil mengamankan satu poin yang krusial.

Hal inilah yang membuat Oman ditempatkan pada posisi prioritas ketiga setelah Irak dan Uni Emirat Arab selesai diproses.

Indonesia harus menunggu keajaiban jika ketiga negara di atas secara mengejutkan menolak tawaran untuk tampil di Amerika.

Meskipun peluang terlihat sangat kecil Indonesia tetap dipantau sebagai opsi terakhir jika kondisi darurat kembali terjadi.

Evaluasi performa pada babak kualifikasi sebelumnya menjadi alasan utama mengapa peringkat Indonesia berada di urutan keempat.

Satu poin yang didapat Oman menjadi pembeda yang sangat nyata dalam penentuan hak substitusi tim nasional di Asia.

Hingga saat ini status kepastian mundurnya Iran masih menunggu perkembangan situasi militer dan politik di wilayah Timur Tengah.

Jika keputusan resmi telah diambil maka Irak menjadi tim yang paling berhak mengepak koper menuju putaran final.

Load More