Bola / Liga Inggris
Rabu, 04 Maret 2026 | 14:08 WIB
Maine Road, stadion lama Manchester City sebelum kehadiran milioner Sheikh Mansour [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pablo Zabaleta menyaksikan transformasi Manchester City dimulai sejak investasi besar UEA pada September 2008.
  • Awalnya, fasilitas klub sangat minim, seperti ruang pers karavan dingin sebelum diakuisisi Sheikh Mansour.
  • Investasi tersebut mengubah City dari klub kecil yang dibayangi United menjadi kekuatan dominan Eropa.

Suara.com - Manchester City memasuki era keemasan dalam satu dekade terakhir, dan salah satu pemain Pablo Zabaleta menjadi saksi hidup transformasi besar sejak klub kebanjiran duit dari milioner UEA.

Bek asal Argentina itu menyebut investasi Abu Dhabi sebagai momen yang tidak bisa dipercaya dalam sejarah klub.

“Dekade terakhir ini luar biasa,” kata Zabaleta seperti dikutip dari Arab News.

“Sulit membayangkan sejauh mana klub akan melangkah saat semuanya dimulai.”

Titik Balik 2008: Datangnya Sheikh Mansour

Pada 1 September 2008, sehari sebelum bursa transfer ditutup, Zabaleta resmi bergabung dari Espanyol.

Zabaleta ingat betul bahwa sang istri cukup heran dengan keputusannya pergi ke Inggris dan gabung ke Manchester City.

Pemilik Manchester City Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. [ANDREW YATES / AFP].

"Saya ingat istri saya berkata kepada saya: 'Kamu mau pergi ke mana? Tetaplah di Espanyol! Kamu tidak akan meningkatkan kariermu," ucapnya.

"Saat saya menandatangani kontrak dengan Manchester City, klub itu sama sekali berbeda dengan sekarang. Saya mengalami transformasi itu sejak awal,"

Baca Juga: Manchester United Mulai Krisis Pemain, Lisandro Martinez Masih Absen Lawan Newcastle United

"Lapangan latihan masih di Carrington, ruang pers berupa karavan dingin yang tampak seperti lokasi konstruksi, dan di musim dingin, tidak ada yang tahan berada di sana," ceritanya lagi.

"Kami seperti 'Espanyol-nya Manchester', sebuah klub yang hidup di bawah bayang-bayang Manchester United,"

Dalam 24 jam, situasi berubah drastis setelah pengambilalihan klub oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan melalui Abu Dhabi United Group diumumkan.

Transfer sensasional Robinho dari Real Madrid dengan nilai rekor Inggris saat itu menjadi pernyataan ambisi.

“Ketika Robinho datang dari Real Madrid, kami semua berkata, wow. Kami tahu ini sesuatu yang besar,” ujar Zabaleta.

Dari Tetangga Miskin ke Penguasa Eropa

Load More