Bola / Bola Indonesia
Rabu, 04 Maret 2026 | 18:50 WIB
Insiden serangan rasial di Liga Inonesia jadi sorotan. Bek Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata menjadi korban serangan rasial oknum suporter usai laga melawan Persib Bandung. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Bek Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata, menjadi korban serangan rasial oknum suporter setelah laga melawan Persib Bandung.
  • Komentar rasial tersebut menyasar kolom komentar Instagram pribadi Mikael Alfredo Tata pasca laga yang berakhir imbang 1-1.
  • Manajemen Persebaya mengecam keras insiden rasisme ini dan telah melaporkannya kepada APPI dan I-League untuk ditindaklanjuti.

Suara.com - Insiden serangan rasial di Liga Inonesia jadi sorotan. Bek Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata menjadi korban serangan rasial oknum suporter usai laga melawan Persib Bandung.

Mikael Alfredo Tata mendapat banyak komentar dan hujatan rasial di kolom komentar akun Instagram miliknya.

Akun fanbase @onlinepersebaya memposting bukti komentar rasis di kolom Instagram Alfredo Tata.

“Pemain Persebaya Surabaya, Mikael Alfredo Tata mendapatkan berbagai komentar rasis di akun Instagramnya. Tetap kuat, Tata,” tulis akun tersebut.

Pada pertandingan lawan Persib, Alfredo Tata masuk pada menit ke-54 menggantikan Riyan Ardiansyah. Laga Persib vs Persebaya sendiri berakhir imbang 1-1.

Terkait ujaran rasial yang diduga dilakukan oleh oknum suporter Persib ini, manajemen Persebaya mengecam keras.

Manajemen Bajul Ijo menekankan bahwa sepak bola adalah olahraga yang harus mempersatukan, bukan memecah belah.

“Sepak bola adalah tentang kebersamaan. Bukan kebencian,” tegas manajemen.

Pihak Persebaya pun menyebut kasus rasisme terhadap Alfredo Tata telah dilaporkan ke APPI dan I-League untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Usai Lawan Persebaya, Umuh Muchtar Minta Big Match BRI Super League Dipimpin Wasit Asing

Pernyataan lengkap Persebaya Surabaya

Sepak bola bukan hanya adu strategi dan gengsi di atas lapangan.

Ia adalah tempat untuk saling mengenal dan bertemu antar sesama, pemain, official, pelatih, juga sesama pecinta sepak bola.

Tempat di mana perbedaan latar belakang, warna kulit, maupun identitas, tak pernah menjadi alasan untuk direndahkan.

Karena pada akhirnya, sepak bola adalah tentang kebersamaan.

Bukan kebencian. Manajemen Persebaya mengutuk keras aksi Rasisme. Baik yang dilakukan suporter klub lain maupun bila itu dilakukan oleh suporter Persebaya sendiri.

Load More