Bola / Bola Dunia
Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:57 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes saat memperkuat Ajax Amsterdam. [ajaxshowtime]
Baca 10 detik
  • Kontroversi kewarganegaraan pemain keturunan Indonesia di Eredivisie dipicu protes NAC Breda terkait penampilan Dean James.
  • Polemik utama berpusat pada aturan pelepasan paspor Belanda bagi pemain yang memilih membela tim nasional Indonesia.
  • Ajax dikabarkan aman dari masalah karena Maarten Paes telah memenuhi semua prosedur administratif dan persyaratan dokumen sah.

Suara.com - Kontroversi paspor pemain keturunan Indonesia di Eredivisie tengah disorot media Belanda.

Sejumlah klub kini berada dalam sorotan, termasuk Ajax yang baru merekrut kiper Maarten Paes.

Kasus ini mencuat setelah NAC Breda mengajukan protes atas kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles.

Mereka menilai pemain Dean James tidak sah tampil setelah berganti kewarganegaraan menjadi Indonesia.

“Status kelayakan pemain menjadi inti persoalan,” tulis laporan media Belanda, Voetbalzone.

Simak statistik Dean James saat Go Ahead Eagles takluk 1-2 dari Telstar di Piala Belanda. Main 45 menit, catat akurasi umpan 83 persen namun gagal lolos. [Instagram Dean James/Kolase Suara.com]

Aturan menyebut pemain yang memilih membela Indonesia seharusnya melepas paspor Belanda, yang kini memicu polemik hukum.

Sejumlah klub lain juga berpotensi terdampak karena memiliki pemain dengan kasus serupa.

Fortuna Sittard, Willem II, FC Emmen, hingga FC Utrecht disebut ikut memantau situasi ini dengan cemas.

Di tengah polemik, Ajax justru dikabarkan berada di posisi aman.

Baca Juga: Thom Haye Bangga Maarten Paes Gabung Ajax, Ingatkan Tekanan Besar Menanti

Klub raksasa Amsterdam itu disebut telah memenuhi seluruh prosedur administratif saat merekrut Paes.

Ajax menggunakan paspor Indonesia milik Paes dan memastikan seluruh dokumen serta izin kerja telah sesuai aturan.

“Semua proses dilakukan secara lengkap, meski membuat status bermainnya sempat tertunda,” ungkap laporan tersebut.

Selain itu, Ajax juga memenuhi ketentuan gaji minimum untuk pemain non-Uni Eropa.

Hal ini memperkuat posisi klub bahwa tidak ada pelanggaran dalam perekrutan sang kiper.

Sementara itu, ketegangan diperkirakan meningkat pada pekan pertandingan berikutnya.

Load More