- Pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, menyebut Skuad Garuda sebagai tim yang sangat tangguh jelang turnamen FIFA Series 2026 di Jakarta.
- Ia menyoroti keberadaan 12 hingga 13 pemain Indonesia yang merumput di Eropa sebagai faktor kunci meningkatnya kualitas permainan tim.
- Indonesia dan Bulgaria berpeluang saling berhadapan secara langsung di partai final pada 30 Maret jika mampu mengalahkan lawan masing-masing.
Sorotan utama dari sang pelatih tertuju pada meroketnya jumlah amunisi diaspora Merah Putih yang kini tengah berkarier di kompetisi elit Eropa.
Faktor krusial tersebut dinilai menjadi kunci utama di balik peningkatan kualitas permainan tim tuan rumah secara drastis dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami tahu mereka mungkin memiliki 12 atau 13 pemain yang bermain di Eropa," jelas Dimitrov.
Pengalaman berharga merumput di iklim kompetisi super ketat seperti liga Belanda, Italia, hingga Jerman dianggap telah menempa mental bertanding para pemain.
Ditempa di kompetisi level atas membuat permainan skuad kebanggaan warga Indonesia ini menjadi jauh lebih matang sekaligus sangat kompetitif untuk ukuran Asia.
"Jadi, kualitas Timnas Indonesia cukup tinggi," pungkas sang pelatih.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Nama Luke Vickery Mencuat, Pengamat: Potensial tapi Harus Lewati Persaingan Ketat
-
Struktur Formasi Aneh John Herdman, Tanpa Playmaker dan Misteri Rotasi Skuad!
-
Komentar Mengejutkan Patrick Kluivert, Tak Merasa Bersalah Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Pildun
-
PSSI Umumkan Susunan Lengkap Tim Pelatih Timnas Indonesia di Bawah John Herdman
-
Demi Mental Pemain, Dean James Dicoret dari Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey