Bola / Bola Indonesia
Rabu, 01 April 2026 | 11:50 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Dok. PSSI)
Baca 10 detik
  • Timnas Indonesia meraih satu kemenangan atas Saint Kitts and Nevis namun kalah dari Bulgaria pada FIFA Series 2026.
  • Pelatih John Herdman menyoroti keterbatasan kreativitas dan ketajaman lini serang saat menghadapi pertahanan lawan yang sangat rapat.
  • Herdman mengharapkan kehadiran kembali Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathans untuk memperkuat variasi serangan serta daya gedor tim.

Suara.com - Debut John Herdman sebagai juru taktik Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 menyisakan catatan penting di sektor penyerangan.

Meskipun berhasil meraih kemenangan telak di laga pembuka, Skuad Garuda menunjukkan keterbatasan kreativitas saat berhadapan dengan tim dengan pertahanan terorganisir.

Menanggapi situasi ini, John Herdman secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya sangat menantikan kehadiran dua pilar kreatif, Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathans untuk segera bergabung dengan tim.

Hasil dua laga FIFA Series 2026 cukup kontras bagi Timnas Indonesia. Tim Merah Putih tampil perkasa dengan melumat Saint Kitts and Nevis 4-0, namun harus mengakui keunggulan tipis Bulgaria dengan skor 0-1 di laga berikutnya.

Masalah utama yang disoroti Herdman muncul saat Timnas Indonesia bersua Bulgaria.

Tim asal Eropa tersebut menerapkan garis pertahanan yang sangat rapat dan disiplin, sebuah skema yang terbukti sulit ditembus oleh barisan penyerang Indonesia saat ini.

Kurangnya efektivitas dan variasi serangan membuat peluang yang tercipta sangat minim sepanjang 90 menit pertandingan.

Hingga saat ini, absennya pemain kunci seperti Marselino Ferdinan dan Miliano Jonathans dinilai memberikan dampak signifikan terhadap daya gedor tim.

Miliano sendiri saat ini masih dalam proses pemulihan cedera ligamen yang memaksanya menepi cukup lama dari lapangan hijau.

Baca Juga: Melihat Performa Lini Depan Timnas Indonesia Kontra Bulgaria, Bagus Tapi Belum Maksimal

Bagi Herdman, kehadiran keduanya bukan sekadar menambah jumlah pemain, melainkan memberikan dimensi baru dalam membongkar pertahanan lawan yang solid.

Selama ajang FIFA Series, Herdman sebenarnya telah mencoba berbagai kombinasi di lini depan.

Nama-nama seperti Ramadhan Sananta, Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen, hingga pemain naturalisasi anyar seperti Mauro Zijlstra dan Eliano Reijnders diberikan kesempatan untuk unjuk gigi secara bergantian.

Bahkan, Jens Raven sempat masuk ke dalam skuad untuk menggantikan Mauro Zijlstra yang mengalami cedera pasca laga pertama, meski akhirnya Raven belum mendapatkan menit bermain saat melawan Bulgaria.

Dari sisi produktivitas, seluruh gol Indonesia di turnamen ini tercipta saat melawan Saint Kitts and Nevis.

Beckham Putra menjadi bintang dengan torehan dua gol, disusul oleh gol debut dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.

Load More