Bola / Bola Dunia
Rabu, 15 April 2026 | 09:18 WIB
Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG. [Dok. IG Liverpool]
Baca 10 detik
  • Liverpool resmi tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 0-2 (agregat 0-4) dari PSG di Anfield meski tampil mendominasi statistik pertandingan.
  • Ousmane Dembele menjadi pahlawan bagi Paris Saint-Germain dengan mencetak dua gol klinis di babak kedua yang mengunci kemenangan tim tamu.
  • Arne Slot terancam mengakhiri musim pertamanya di Liverpool tanpa trofi dan harus berjuang keras di liga domestik untuk mengamankan zona Liga Champions.

Dominasi Semu Skuad Arne Slot

Sama seperti Liverpool, PSG adalah tim yang dipenuhi dengan kekuatan bintang di setiap lini permainan mereka.

Akan tetapi, pelatih PSG Luis Enrique telah berhasil menyatukan para pemainnya menjadi satu konstelasi bintang yang berkilau dengan padu.

Sebaliknya, Arne Slot sejauh ini dinilai belum mampu memberikan kepercayaan diri yang cukup bagi tim asuhannya untuk benar-benar bersinar di panggung besar.

Meskipun kalah, sebagian besar pendukung Liverpool tetap bertahan di stadion dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim mereka.

Secara statistik, tuan rumah sebenarnya mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 1,94, jauh mengungguli tim tamu yang hanya mencatat 1,25.

The Reds juga melepaskan 21 tembakan dibandingkan dengan 12 tembakan milik PSG, serta mencatatkan sentuhan di kotak penalti lawan dua kali lipat lebih banyak.

Badai Cedera dan Krisis Lini Depan

Hasil akhir pertandingan mungkin akan berbeda jika bek tengah Marquinhos tidak melakukan blok krusial terhadap peluang emas Virgil van Dijk di babak pertama.

Baca Juga: 14 Laga Kebobolan! Lini Belakang Barcelona Jadi Bom Waktu Lawan Atletico, Misi Sulit Remontada

Keberuntungan juga seakan menjauh ketika penalti yang sempat diberikan untuk pelanggaran terhadap Alexis Mac Allister dibatalkan oleh tinjauan VAR.

Nasib buruk yang menimpa tim asuhan Slot ini seolah menjadi tema besar yang terus menghantui perjalanan Liverpool sepanjang musim ini.

Setiap kali The Reds mencoba bangkit dan memperbaiki performa, selalu ada faktor tak terduga yang membuat mereka kembali jatuh ke posisi sulit.

Cedera serius yang dialami Hugo Ekitike setelah bermain hanya 30 menit menjadi pukulan telak lainnya bagi opsi serangan Liverpool di pertandingan ini.

Sebelum laga ini, Ekitike baru bermain selama 88 menit bersama dua rekrutan musim panas lainnya, yakni Florian Wirtz dan Alexander Isak.

Alexander Isak sendiri baru mendapatkan kesempatan menjadi starter pertama kali dalam empat bulan terakhir setelah pulih dari cedera patah kaki yang cukup parah.

Jarangnya kesempatan bagi ketiga pemain bintang ini untuk membangun koneksi di lapangan mencerminkan cobaan berat yang harus dihadapi Arne Slot musim ini.

Ancaman Musim Tanpa Trofi bagi Liverpool

Isak terlihat sangat kesulitan untuk menunjukkan kualitas yang membuat Liverpool memecahkan rekor transfer Inggris sebesar 125 juta poundsterling musim panas lalu.

"Tentu saja, kami sangat kecewa karena menurut saya ada bagian di babak kedua di mana Anda bisa merasakannya, 'Jika saja kami bisa mencetak gol sekarang, ini bisa menjadi malam yang sangat istimewa'," ucap Arne Slot dalam konferensi pers usai laga.

Slot tetap optimis dengan mengatakan bahwa masa depan klub masih cerah meski hasil di lapangan saat ini belum memihak kepada mereka.

"Namun masa depan terlihat sangat cerah bagi tim ini, bagi klub ini. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bersaing dengan juara Eropa di stadion kami. Untuk menjadi tim yang dominan, tidak banyak tim yang bisa mendominasi PSG dan menciptakan peluang sebanyak yang kami lakukan. Menciptakan peluang adalah satu hal, mencetak gol adalah hal kedua," lanjut sang manajer.

Di tengah kekecewaan tersebut, rumor mengenai masa depan Slot dipastikan akan terus bergulir seiring dengan ancaman musim tanpa trofi pertama bagi Liverpool sejak 2021.

Liverpool tercatat telah menelan 17 kekalahan dari 50 pertandingan di semua kompetisi, sebuah catatan yang cukup mengkhawatirkan bagi klub sebesar mereka.

Kini, The Reds harus segera bangkit dan fokus menghadapi jadwal padat di liga domestik, dimulai dengan laga derbi Merseyside melawan Everton pada akhir pekan nanti.

Satu-satunya target yang tersisa bagi Liverpool sekarang adalah mengamankan posisi lima besar agar tetap bisa berkompetisi di Liga Champions musim depan.

Tanpa adanya keajaiban di kompetisi Eropa, finish di posisi lima besar pun mungkin belum cukup untuk meyakinkan para suporter bahwa Arne Slot layak tetap berada di kursi manajer.

Load More