- Liverpool resmi tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 0-2 (agregat 0-4) dari PSG di Anfield meski tampil mendominasi statistik pertandingan.
- Ousmane Dembele menjadi pahlawan bagi Paris Saint-Germain dengan mencetak dua gol klinis di babak kedua yang mengunci kemenangan tim tamu.
- Arne Slot terancam mengakhiri musim pertamanya di Liverpool tanpa trofi dan harus berjuang keras di liga domestik untuk mengamankan zona Liga Champions.
Suara.com - Liverpool harus merelakan mimpi mereka di kompetisi elite Eropa terkubur setelah disingkirkan secara menyakitkan oleh sang juara bertahan Liga Champions, Paris Saint-Germain (PSG).
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Anfield, skuad asuhan Arne Slot gagal membalikkan keadaan meski tampil sangat dominan sepanjang jalannya pertandingan babak perempat final tersebut.
Paris Saint-Germain yang dipimpin oleh Luis Enrique justru tampil lebih klinis dan memastikan kemenangan agregat telak untuk melaju ke babak semifinal musim ini dengan performa yang sangat solid.
Perjalanan terbaru The Reds di kompetisi Eropa berakhir dengan sebuah kekecewaan yang sangat mendalam bagi publik Merseyside yang memadati tribun.
Laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool dan PSG ini sejatinya memiliki semua bahan untuk menjadi sebuah pertandingan klasik yang tak terlupakan di tanah Inggris.
Atmosfer Anfield terasa sangat ganas dan berisik saat momentum pertandingan terus berpindah di antara dua tim yang sama-sama memiliki kualitas pemain yang luar biasa.
Liverpool yang sepanjang musim ini terlihat seperti imitasi pucat dari tim yang merajai Liga Inggris musim lalu, tampil agresif demi mengejar defisit dua gol dari leg pertama.
Efektivitas Ousmane Dembele Hancurkan Asa Anfield
Namun, seperti halnya saat pertandingan di Parc des Princes pekan lalu, kualitas kolektif PSG terbukti masih berada satu tingkat di atas tuan rumah.
Baca Juga: 14 Laga Kebobolan! Lini Belakang Barcelona Jadi Bom Waktu Lawan Atletico, Misi Sulit Remontada
Sang juara Eropa tersebut memang sempat dibuat menderita oleh tekanan tinggi Liverpool pada Selasa malam, tetapi mereka mampu menjaga ketenangan dengan sangat baik.
Ousmane Dembele berhasil memanfaatkan peluang yang ada untuk menegaskan dominasi Les Parisiens dalam pertemuan dua leg ini.
Bintang asal Prancis tersebut mencetak dua gol beruntun di babak kedua untuk mengirim timnya ke semifinal dengan kemenangan 2-0 di laga ini dan agregat total 4-0.
Beberapa saat setelah gol kedua Dembele, Florian Wirtz melepaskan tembakan liar yang melambung jauh di atas mistar gawang yang langsung disambut ejekan dari pendukung PSG.
Momen tersebut menggambarkan kesenjangan kualitas dan efektivitas yang sangat nyata di antara kedua raksasa sepak bola Eropa tersebut saat ini.
PSG sukses menampilkan perpaduan sempurna antara rasa percaya diri yang tinggi namun tetap memiliki kerendahan hati untuk bekerja keras di atas lapangan.
Dominasi Semu Skuad Arne Slot
Sama seperti Liverpool, PSG adalah tim yang dipenuhi dengan kekuatan bintang di setiap lini permainan mereka.
Akan tetapi, pelatih PSG Luis Enrique telah berhasil menyatukan para pemainnya menjadi satu konstelasi bintang yang berkilau dengan padu.
Sebaliknya, Arne Slot sejauh ini dinilai belum mampu memberikan kepercayaan diri yang cukup bagi tim asuhannya untuk benar-benar bersinar di panggung besar.
Meskipun kalah, sebagian besar pendukung Liverpool tetap bertahan di stadion dan memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim mereka.
Secara statistik, tuan rumah sebenarnya mencatatkan nilai expected goals (xG) sebesar 1,94, jauh mengungguli tim tamu yang hanya mencatat 1,25.
The Reds juga melepaskan 21 tembakan dibandingkan dengan 12 tembakan milik PSG, serta mencatatkan sentuhan di kotak penalti lawan dua kali lipat lebih banyak.
Badai Cedera dan Krisis Lini Depan
Hasil akhir pertandingan mungkin akan berbeda jika bek tengah Marquinhos tidak melakukan blok krusial terhadap peluang emas Virgil van Dijk di babak pertama.
Keberuntungan juga seakan menjauh ketika penalti yang sempat diberikan untuk pelanggaran terhadap Alexis Mac Allister dibatalkan oleh tinjauan VAR.
Nasib buruk yang menimpa tim asuhan Slot ini seolah menjadi tema besar yang terus menghantui perjalanan Liverpool sepanjang musim ini.
Setiap kali The Reds mencoba bangkit dan memperbaiki performa, selalu ada faktor tak terduga yang membuat mereka kembali jatuh ke posisi sulit.
Cedera serius yang dialami Hugo Ekitike setelah bermain hanya 30 menit menjadi pukulan telak lainnya bagi opsi serangan Liverpool di pertandingan ini.
Sebelum laga ini, Ekitike baru bermain selama 88 menit bersama dua rekrutan musim panas lainnya, yakni Florian Wirtz dan Alexander Isak.
Alexander Isak sendiri baru mendapatkan kesempatan menjadi starter pertama kali dalam empat bulan terakhir setelah pulih dari cedera patah kaki yang cukup parah.
Jarangnya kesempatan bagi ketiga pemain bintang ini untuk membangun koneksi di lapangan mencerminkan cobaan berat yang harus dihadapi Arne Slot musim ini.
Ancaman Musim Tanpa Trofi bagi Liverpool
Isak terlihat sangat kesulitan untuk menunjukkan kualitas yang membuat Liverpool memecahkan rekor transfer Inggris sebesar 125 juta poundsterling musim panas lalu.
"Tentu saja, kami sangat kecewa karena menurut saya ada bagian di babak kedua di mana Anda bisa merasakannya, 'Jika saja kami bisa mencetak gol sekarang, ini bisa menjadi malam yang sangat istimewa'," ucap Arne Slot dalam konferensi pers usai laga.
Slot tetap optimis dengan mengatakan bahwa masa depan klub masih cerah meski hasil di lapangan saat ini belum memihak kepada mereka.
"Namun masa depan terlihat sangat cerah bagi tim ini, bagi klub ini. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat bersaing dengan juara Eropa di stadion kami. Untuk menjadi tim yang dominan, tidak banyak tim yang bisa mendominasi PSG dan menciptakan peluang sebanyak yang kami lakukan. Menciptakan peluang adalah satu hal, mencetak gol adalah hal kedua," lanjut sang manajer.
Di tengah kekecewaan tersebut, rumor mengenai masa depan Slot dipastikan akan terus bergulir seiring dengan ancaman musim tanpa trofi pertama bagi Liverpool sejak 2021.
Liverpool tercatat telah menelan 17 kekalahan dari 50 pertandingan di semua kompetisi, sebuah catatan yang cukup mengkhawatirkan bagi klub sebesar mereka.
Kini, The Reds harus segera bangkit dan fokus menghadapi jadwal padat di liga domestik, dimulai dengan laga derbi Merseyside melawan Everton pada akhir pekan nanti.
Satu-satunya target yang tersisa bagi Liverpool sekarang adalah mengamankan posisi lima besar agar tetap bisa berkompetisi di Liga Champions musim depan.
Tanpa adanya keajaiban di kompetisi Eropa, finish di posisi lima besar pun mungkin belum cukup untuk meyakinkan para suporter bahwa Arne Slot layak tetap berada di kursi manajer.
Berita Terkait
-
Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich
-
Cedera di Laga Liverpool vs PSG, Hugo Ekitike Terancam Absen Panjang
-
Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir Meski Menang dari Atletico Madrid
-
Hasil Liga Champions: PSG Hancurkan Liverpool dengan Agregat 4-0
-
Jelang Lawan PSG, Szoboszlai Tantang Fans Liverpool: Percaya Gak The Reds Bisa Comeback?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Intip Gol Dahsyat Luke Vickery, Striker Idaman John Herdman Segera Gabung Timnas Indonesia?
-
Sukses Akhiri Tren Negatif, Allano Lima Harap Persija Konsisten Demi Gelar Juara
-
Penantian Berbuah Manis, Dia Syayid Jalani Debut Emosional Bersama Persija
-
Dikritik Bobotoh, Uilliam Barros Dapat Pembelaan dari Bojan Hodak
-
Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli
-
Jelang Lawan Sporting CP, Mikel Arteta: Kami Tidak Punya Rasa Takut
-
Raphinha Murka, Barcelona Merasa Dirampok Wasit Saat Disingkirkan Atletico Madrid
-
Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia