- Jan Olde Riekerink kecewa karena Dewa United gagal mempertahankan keunggulan 2-0 atas Persib Bandung akibat kesalahan individual pemain di lapangan.
- Kartu merah yang diterima Alex Martins pada menit ke-63 dianggap sebagai tindakan "bodoh" yang merusak momentum kemenangan tim tuan rumah di Banten.
- Meskipun mengantongi satu poin dari pemuncak klasemen, sang pelatih merasa timnya kehilangan dua poin berharga karena tidak menjalankan instruksi taktik dengan disiplin.
Realitas Poin di Klasemen Sementara
Secara hitung-hitungan perolehan poin, hasil imbang melawan pemuncak klasemen sebenarnya bukanlah catatan yang terlalu memalukan bagi Dewa United.
Akan tetapi, Riekerink merasa anak asuhnya memiliki potensi besar untuk menyapu bersih kemenangan dalam dua pertandingan terakhir mereka.
"Lawan Malut di tandang dan Persib di kandang, dapat empat poin. Itu bukan hasil yang buruk, tapi saya rasa tetap saja seharusnya kami bisa dapat enam poin," tambahnya.
Ia menyadari bahwa menghadapi tim sekelas Persib memang membutuhkan fokus ekstra tinggi selama 90 menit penuh tanpa celah kesalahan sedikit pun.
"Kami kehilangan dua poin karena kesalahan sendiri. Dan kami juga memenangkan satu poin karena mereka adalah tim yang fantastis," jelasnya lagi.
Performa Dewa United
Dewa United saat ini tengah berjuang keras untuk menstabilkan posisi mereka di papan tengah guna merangkak naik ke zona yang lebih kompetitif di akhir musim.
Sepanjang kompetisi BRI Super League 2025/2026, masalah konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan memang menjadi evaluasi rutin bagi jajaran tim pelatih Banten Warriors.
Baca Juga: Bojan Hodak Kecewa Kepemimpinan Wasit saat Lawan Dewa United
Kegagalan mempertahankan keunggulan di kandang sendiri menjadi pelajaran mahal bagi skuad Dewa United untuk menghadapi sisa pertandingan yang kian berat.
Riekerink kini dituntut untuk segera memulihkan mentalitas bertanding para pemainnya agar tidak kembali mengulangi kesalahan individual yang merugikan kolektif tim.
Kontributor : Rahman
Berita Terkait
-
Merasa Persib Dirugikan Wasit, Umuh Muchtar Pertanyakan Fungsi VAR
-
Akhirnya Muncul, Fadly Alberto Akui Dirinya Bodoh Lakukan Tendangan Kungfu
-
Bos Bhayangkara FC Bongkar Pemicu Fadly Alberto Nekat Lakukan Tendangan Kungfu
-
Pernyataan Fadly Alberto Hengga Usai Viral Lakukan Tendangan Kungfu
-
Klasemen BRI Super League: Borneo FC Pangkas Jarak dengan Persib Bandung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan