Bola / Bola Indonesia
Minggu, 24 Mei 2026 | 14:48 WIB
Dony Tri Pamungkas tak takut menghadapi Super League tanpa aturan pemain U-23. Wonderkid Persija siap buktikan kualitasnya lewat persaingan murni. [Dok. KitaGaruda]
Baca 10 detik
  • Dony Tri Pamungkas siap bersaing di Super League 2026/2027 meski regulasi wajib pemain U-23 resmi ditiadakan otoritas liga.
  • Pemain muda terbaik musim 2025/2026 ini bertekad membuktikan kualitasnya untuk mengamankan posisi utama di skuad Persija Jakarta.
  • Penghapusan regulasi tersebut bertujuan meningkatkan standar kompetitif liga agar seluruh pemain bersaing secara objektif tanpa bantuan aturan.

Dony memandang situasi baru ini bukan sebagai beban, melainkan bahan bakar motivasi untuk terus berkembang menjadi pemain hebat.

Ia berambisi menunjukkan kepada publik bahwa eksistensinya di lapangan hijau murni karena kualitas permainan, bukan status istimewa dalam regulasi.

"Saya tidak takut," tegas pemain berusia 21 tahun tersebut dengan nada optimistis.

Misi Pembuktian Tanpa Proteksi

Keteguhan hati Dony didasari kontribusi nyatanya yang sukses membawa Persija Jakarta finis di peringkat ketiga klasemen akhir musim 2025/2026.

Kemampuannya mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim di usia muda memperlihatkan kedewasaan yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Kepercayaan diri tinggi ini diharapkan dapat menular kepada talenta muda Indonesia lainnya yang akan menghadapi era persaingan bebas di liga kasta tertinggi.

Persija Jakarta diprediksi tetap mengandalkan Dony sebagai pilar utama jika ia mampu mempertahankan konsistensi performa pada masa pramusim nanti.

Publik kini menantikan aksi sang wonderkid dalam membuktikan bahwa dirinya memang layak menjadi tulang punggung masa depan tim nasional.

Baca Juga: Persib Bandung Kampium, Konvoi Kemenangan Mengular Bandung Membiru Rayakan Sejarah

Background Isu Perubahan Regulasi U-23

Penghapusan regulasi wajib memainkan pemain U-23 selama 45 menit oleh PSSI dan I.League untuk musim 2026/2027 didasari keinginan meningkatkan standar kompetitif liga secara alami.

Sebelumnya, aturan ini sempat memunculkan pro dan kontra di kalangan pelatih karena dianggap membatasi fleksibilitas taktik tim demi pemenuhan kuota pemain muda.

Dengan ditiadakannya aturan tersebut, klub diharapkan dapat menurunkan skuad terbaik secara objektif, sementara para pemain muda didorong meningkatkan kualitas agar mampu bersaing sehat di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Load More