Bola / Bola Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:05 WIB
John Herdman jadikan absennya pemain diaspora di Piala AFF 2026 sebagai kesempatan membangun fondasi baru Timnas Indonesia lewat pemain lokal. [Dok. KitaGaruda]
Baca 10 detik
  • Pelatih John Herdman tidak memanggil pemain diaspora untuk Piala AFF 2026 karena kendala regulasi kalender resmi FIFA.
  • Pemusatan latihan di Jakarta memaksimalkan pemain domestik Liga 1 guna membangun fondasi tim melalui seleksi sangat ketat.
  • Herdman menganggap Piala AFF 2026 sebagai bagian dari proses jangka panjang menuju target Piala Dunia dan Piala Asia.

Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan respons tenang terkait absennya para pemain diaspora yang berkarier di Eropa pada ajang Piala AFF 2026.

Klub-klub luar negeri dipastikan tidak akan melepas pemain karena turnamen tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA.

Meski kehilangan banyak pemain utama, Herdman justru melihat situasi ini sebagai kesempatan emas untuk membangun fondasi baru Timnas Indonesia lewat pemain domestik.

“Kesempatan bagi pemain Eropa untuk bergabung sebenarnya ada, tetapi klub mereka kemungkinan tidak akan memberikan izin,” ujar Herdman di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Pelatih asal Kanada itu memahami kondisi tersebut karena pernah mengalami situasi serupa saat menangani Timnas Kanada.

“Saya pernah mengalami situasi seperti ini saat menangani Kanada di turnamen CONCACAF, dan aturan FIFA tetap harus dihormati,” katanya.

Sebagai solusi, Herdman kini memaksimalkan pemusatan latihan yang berfokus pada pemain-pemain Liga 1 Indonesia.

“Karena itu kami akan memaksimalkan pemain domestik,” lanjutnya.

Seleksi Ketat Tanpa Pemain Titipan

Baca Juga: Egy Maulana Vikri Kecewa Dengan Penampilannya Musim Ini, Kenapa?

Pemusatan latihan yang digelar pada Mei ini akan menjadi ajang penilaian bagi seluruh pemain sebelum skuad final Piala AFF 2026 diumumkan.

Herdman menegaskan tidak ada jaminan tempat bagi siapa pun, termasuk pemain yang sebelumnya sudah menjadi langganan Timnas Indonesia.

“Kenapa disebut assessment? Karena para pemain ini sedang bersaing untuk kembali dipanggil pada Juli nanti,” jelas pelatih berusia 50 tahun itu.

Menurut Herdman, semua pemain wajib menunjukkan performa terbaik tanpa memandang status maupun popularitas di kompetisi domestik.

“Mereka harus tampil bagus. Tidak peduli apakah mereka sudah pernah membela Indonesia atau merupakan pemain top di liga, semuanya tetap harus menunjukkan performa terbaik,” tegasnya.

Fokus Bangun Fondasi Menuju Piala Dunia

Load More