-
Skuad Timnas Haiti berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 50 tahun terakhir.
-
Keberhasilan ini diraih di tengah hancurnya fasilitas olahraga domestik akibat pendudukan geng bersenjata.
-
Sepak bola menjadi alternatif krusial untuk menyelamatkan anak-anak Haiti dari rekrutmen milisi kriminal.
Ekonomi keluarganya yang sulit sempat membuat Pierre putus asa sebelum akhirnya mendapatkan beasiswa sekolah lewat jalur sepak bola.
"Ada momen di mana saya merasa tidak akan pernah mencapai titik ini karena keadaan sangat sulit, saya tidak punya dukungan, tidak punya apa-apa," tutur Pierre lewat panggilan Zoom.
Dia menambahkan, "Saya tidak tumbuh di keluarga kaya, ibu saya seorang pedagang kaki lima, dan ayah saya selalu melakukan pekerjaan serabutan. Sepak bola adalah semua yang saya miliki."
Kini Pierre bermain untuk Violette Athletic Club dan berhasil membawa klubnya juara di stadion Parc Sainte-Therese, oase kecil yang belum jatuh ke tangan geng.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Haiti terus berupaya membangun fasilitas baru sebagai benteng pertahanan anak-anak dari rekruetmen milisi bersenjata.
Langkah ini mendesak dilakukan mengingat data PBB menunjukkan bahwa separuh dari anggota geng kriminal di Haiti merupakan anak-anak di bawah umur.
"Itu membunuh kami, setiap kali kami melihat seorang anak membawa senjata," aku Louis Alex Francois, Direktur Komunikasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Haiti.
Dia melanjutkan, "Doa kami (adalah) agar kerusuhan itu berhenti sehingga kami bisa bersama para pemuda dan anak-anak, untuk menawarkan mereka alternatif yang lebih baik, masa depan yang lebih baik."
Mantan agen Pierre yang berbasis di Prancis, Jerome Salbert, menyebut kondisi ekstrem tanah kelahiran justru membentuk ketangguhan mental sang pemain.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Jadi Beban? Pundit Sebut Portugal Lebih Berbahaya Tanpa CR7
"Fakta bahwa dia lahir di lingkungan yang keras di Haiti… dia mengembangkan mentalitas seorang pejuang," jelas Salbert.
Salbert mengonfirmasi bahwa krisis kemanusiaan akut di Haiti membuat proses transfer pemain lokal ke klub luar negeri menjadi sangat rumit.
"Fakta bahwa negara ini (dalam) krisis kemanusiaan, terkadang Anda bisa menghadapi banyak ketidakstabilan dengan para pemain… karena mereka muda, mereka tidak mudah percaya, terkadang mereka tinggal dengan geng di sekitar rumah mereka," papar Salbert lagi.
Konflik bersenjata di Haiti eskalasinya meningkat drastis setelah peristiwa pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada tahun 2021 silam.
Kekosongan kekuasaan dimanfaatkan oleh faksi-faksi kriminal untuk menguasai infrastruktur vital, termasuk membakar Pusat Sasaran FIFA tahun ini.
Deedson sendiri harus mendapati rumah masa kecilnya di Port-au-Prince hangus terbakar akibat serangan brutal salah satu geng tahun lalu.
"Itu adalah segalanya bagi saya sebagai seorang anak muda untuk bisa pergi ke sekolah bersama teman-teman saya dan bermain sepak bola dua kali sehari, setiap hari," kenang Deedson.
Dia menutup pembicaraan dengan keprihatinan mendalam atas nasib generasi penerus di negaranya yang kehilangan panggung.
"Saya tahu ada banyak anak-anak Haiti yang sangat bagus dan mereka hanya ingin kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Ada banyak bakat di sana yang terbuang sia-sia saat ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Kontrak Francisco Rivera Diperpanjang Persebaya, Bernardo Tavares Beberkan Catatan Evaluasi
-
FIFA Perketat VAR di Piala Dunia 2026, Taktik Bola Mati Ala Inggris Bisa Dianulir
-
Bukan Ronaldo atau Messi, Ini 5 Pencetak Gol Tertua dalam Sejarah Piala Dunia!
-
Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy Belum Gabung Timnas Indonesia Jelang vs Oman dan Mozambik
-
Timnas Malaysia U-19 Percaya Diri Tatap Piala AFF U-19 2026, Singapura Jadi Ujian Awal
-
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Sahkan Regulasi Pembatalan Gol Akibat Pelanggaran Bola Mati
-
Arne Slot Tulis Surat Perpisahan untuk Liverpool
-
John Terry Paham Perasaan Gabriel: Saya Pernah di Posisi Itu
-
Respons Melbourne City Usai Mathew Baker Promosi ke Timnas Indonesia Senior
-
James Milner Pensiun di Usia 40 Tahun, Akhiri Karier Legendaris Setelah 24 Musim di Liga Inggris