Bola / Bola Dunia
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:29 WIB
Wnger timnas Spanyol, Nico Williams (ketiga dari kiri) melakukan selebrasi dengan rekan-rekannya setelah mencetak gol pembuka timnya ke gawang Inggris selama pertandingan final Euro 2024 antara Spanyol vs Inggris di Olympiastadion, Berlin, Jerman pada Senin (15/7/2024) dini hari WIB. [AFP]
Baca 10 detik
  • Spanyol dan Prancis mendominasi bursa taruhan global sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.

  • Amerika Serikat memicu risiko finansial besar bagi bandar judi karena banjir taruhan lokal.

  • Taruhan spekulatif pada tim non-unggulan seperti Haiti berpotensi menciptakan rekor kerugian rumah judi.

Sementara itu, Amerika Serikat yang hanya memiliki odds 60-1 justru kebanjiran dukungan dari masyarakat lokal secara ekstrem. Skuad Negeri Paman Sam menempati peringkat kedelapan dalam total volume perputaran uang di platform DraftKings.

Tingginya angka taruhan domestik memosisikan timnas Amerika Serikat sebagai liabilitas terbesar yang mengancam arus kas para bandar. Kendati demikian, pemilik modal industri judi justru menyikapi antusiasme publik ini dengan tangan terbuka.

"Orang-orang akan ingin menonton mereka dan berharap mereka menang serta bertaruh pada mereka. Sekarang setelah kita mengadakan pertandingan di negara kita, dan dalam jarak dekat di Meksiko dan Kanada, saya pikir aspek itu membuatnya menjadi lebih besar," kata Avello.

"Kami akan memasang mereka pada harga yang adil dan kami akan membiarkan para petaruh mempertaruhkan mereka karena kami tahu itu akan terjadi. Dan jika AS memenangkan ini, itu bagus untuk negara kita dan kami akan menerima kerugian kami."

Kejutan terjauh melahirkan fenomena tersendiri lewat tim nasional Haiti yang memegang odds paling buncit sebesar 2.500-1. Skuad dari Karibia ini secara tidak terduga menarik minat beberapa petaruh nekat dengan nilai taruhan fantastis.

Potensi kerugian raksasa membayangi BetMGM setelah seorang petaruh menempatkan modal sebesar $1.000 untuk kemenangan Haiti. Jika skenario mustahil ini terwujud, rumah judi tersebut wajib membayar klaim kemenangan senilai 2,5 juta dolar AS.

Sebagai latar belakang, Piala Dunia 2026 menandai era baru dengan format 48 tim yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara Amerika Utara. Faktor kedekatan geografis terbukti mendistorsi rasio taruhan rasional menjadi bias emosional di kalangan pendukung lokal.

Load More