-
Spanyol dan Prancis mendominasi bursa taruhan global sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.
-
Amerika Serikat memicu risiko finansial besar bagi bandar judi karena banjir taruhan lokal.
-
Taruhan spekulatif pada tim non-unggulan seperti Haiti berpotensi menciptakan rekor kerugian rumah judi.
Sementara itu, Amerika Serikat yang hanya memiliki odds 60-1 justru kebanjiran dukungan dari masyarakat lokal secara ekstrem. Skuad Negeri Paman Sam menempati peringkat kedelapan dalam total volume perputaran uang di platform DraftKings.
Tingginya angka taruhan domestik memosisikan timnas Amerika Serikat sebagai liabilitas terbesar yang mengancam arus kas para bandar. Kendati demikian, pemilik modal industri judi justru menyikapi antusiasme publik ini dengan tangan terbuka.
"Orang-orang akan ingin menonton mereka dan berharap mereka menang serta bertaruh pada mereka. Sekarang setelah kita mengadakan pertandingan di negara kita, dan dalam jarak dekat di Meksiko dan Kanada, saya pikir aspek itu membuatnya menjadi lebih besar," kata Avello.
"Kami akan memasang mereka pada harga yang adil dan kami akan membiarkan para petaruh mempertaruhkan mereka karena kami tahu itu akan terjadi. Dan jika AS memenangkan ini, itu bagus untuk negara kita dan kami akan menerima kerugian kami."
Kejutan terjauh melahirkan fenomena tersendiri lewat tim nasional Haiti yang memegang odds paling buncit sebesar 2.500-1. Skuad dari Karibia ini secara tidak terduga menarik minat beberapa petaruh nekat dengan nilai taruhan fantastis.
Potensi kerugian raksasa membayangi BetMGM setelah seorang petaruh menempatkan modal sebesar $1.000 untuk kemenangan Haiti. Jika skenario mustahil ini terwujud, rumah judi tersebut wajib membayar klaim kemenangan senilai 2,5 juta dolar AS.
Sebagai latar belakang, Piala Dunia 2026 menandai era baru dengan format 48 tim yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara Amerika Utara. Faktor kedekatan geografis terbukti mendistorsi rasio taruhan rasional menjadi bias emosional di kalangan pendukung lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan