Bola / Bola Dunia
Senin, 15 Juni 2026 | 10:05 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin. [AFP]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 13 federasi sepak bola lintas benua resmi mengecam Presiden UEFA Aleksander Ceferin terkait isu perluasan format Piala Dunia.
  • Pernyataan bersama yang dirilis hari Senin ini menolak pandangan Ceferin yang menganggap pertandingan kualifikasi Piala Dunia tidak menarik.
  • Koalisi federasi menuntut penghormatan setara terhadap perjuangan seluruh tim nasional tanpa memandang status wilayah dalam kompetisi sepak bola global.

Sepak Bola Milik Seluruh Dunia

Dalam argumennya, mereka menegaskan bahwa inklusivitas adalah nyawa dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

“Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda,” tulis pernyataan tersebut.

Tampil dalam ajang ini sering kali memiliki arti yang jauh lebih mendalam daripada sekadar pencapaian skor atau statistik di atas lapangan.

Bagi banyak negara berkembang, keberhasilan lolos ke putaran final merupakan inspirasi utama bagi generasi muda untuk mulai bermimpi.

Selain itu, partisipasi di level dunia menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat perkembangan infrastruktur dan kualitas sepak bola nasional.

Tuntutan Rasa Hormat Antarnegara

Sebagai penutup pernyataan yang menggetarkan tersebut, 13 federasi ini meminta agar setiap negara mendapatkan penghormatan yang layak tanpa memandang status wilayah.

Mereka menolak segala bentuk diskriminasi narasi yang mencoba mengerdilkan nilai kompetisi kualifikasi di luar benua Eropa.

Baca Juga: Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia

Setiap tim yang bertanding di putaran final adalah mereka yang telah membuktikan kualitasnya melalui sistem kualifikasi yang panjang dan kompetitif.

“Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti,” tegas koalisi federasi tersebut.

Hingga saat ini, pihak UEFA maupun Aleksander Ceferin belum memberikan tanggapan resmi terkait protes besar-besaran yang dilayangkan oleh aliansi negara-negara tersebut.

Load More