- Sebanyak 13 federasi sepak bola lintas benua resmi mengecam Presiden UEFA Aleksander Ceferin terkait isu perluasan format Piala Dunia.
- Pernyataan bersama yang dirilis hari Senin ini menolak pandangan Ceferin yang menganggap pertandingan kualifikasi Piala Dunia tidak menarik.
- Koalisi federasi menuntut penghormatan setara terhadap perjuangan seluruh tim nasional tanpa memandang status wilayah dalam kompetisi sepak bola global.
Sepak Bola Milik Seluruh Dunia
Dalam argumennya, mereka menegaskan bahwa inklusivitas adalah nyawa dari turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
“Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena mempertemukan budaya, sejarah, dan perjalanan sepak bola yang berbeda-beda,” tulis pernyataan tersebut.
Tampil dalam ajang ini sering kali memiliki arti yang jauh lebih mendalam daripada sekadar pencapaian skor atau statistik di atas lapangan.
Bagi banyak negara berkembang, keberhasilan lolos ke putaran final merupakan inspirasi utama bagi generasi muda untuk mulai bermimpi.
Selain itu, partisipasi di level dunia menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat perkembangan infrastruktur dan kualitas sepak bola nasional.
Tuntutan Rasa Hormat Antarnegara
Sebagai penutup pernyataan yang menggetarkan tersebut, 13 federasi ini meminta agar setiap negara mendapatkan penghormatan yang layak tanpa memandang status wilayah.
Mereka menolak segala bentuk diskriminasi narasi yang mencoba mengerdilkan nilai kompetisi kualifikasi di luar benua Eropa.
Baca Juga: Resmi Debut di Piala Dunia, Tijjani Reijnders Kenang Momen Didekati Timnas Indonesia
Setiap tim yang bertanding di putaran final adalah mereka yang telah membuktikan kualitasnya melalui sistem kualifikasi yang panjang dan kompetitif.
“Setiap negara yang lolos pantas mendapatkan rasa hormat. Setiap tim lolos berdasarkan prestasi. Setiap pertandingan memiliki arti,” tegas koalisi federasi tersebut.
Hingga saat ini, pihak UEFA maupun Aleksander Ceferin belum memberikan tanggapan resmi terkait protes besar-besaran yang dilayangkan oleh aliansi negara-negara tersebut.
Berita Terkait
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia
-
Kemenangan Buyar di Menit Akhir, Respons Frenkie de Jong Usai Belanda Ditahan Jepang
-
Skandal di Balik Kemenangan Jerman 7-1 atas Curacao, Petugas VAR Diselidiki FIFA
-
Pape Thiaw Semprot Jurnalis yang Persoalkan Skuad Senegal Shalat Jumat di Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Winger Man United Jadi Pahlawan Kemenangan Pantai Gading Kalahkan Ekuador
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti