Bola / Bola Dunia
Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB
Ilustrasi Laga Prancis vs Maroko Perempat final Piala Dunia 2026 (ChatGPT)
Baca 10 detik
  • Analis Walid Acherchour menilai gelandang Prancis memiliki kualitas superior dibandingkan pemain lini tengah tim nasional Maroko.
  • Prancis mengandalkan pemain berpengalaman seperti Kante dan Tchouameni untuk mendominasi pertandingan perempat final Piala Dunia 2026.
  • Maroko berharap pada potensi Bouaddi dan El Aynaoui untuk menciptakan kejutan di tengah absennya Ismael Saibari.

Suara.com - Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi kunci dalam duel Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026.

Namun, analis sepak bola Walid Acherchour melontarkan pernyataan tajam yang memicu perdebatan.

Menurutnya, tidak ada satu pun gelandang Maroko yang layak menjadi starter di tim nasional Prancis.

Ia menilai kualitas dan pengalaman lini tengah Les Bleus masih berada di level yang berbeda.

“Saya pikir tidak ada pemain Maroko yang akan menjadi starter di lini tengah Prancis. Sebaliknya, semua gelandang Prancis bisa menjadi starter di Maroko,” ujar Acherchour dalam program After Foot di RMC.

Duel Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026 tak hanya soal tiket semifinal, tetapi juga sarat nuansa pasca-kolonial dan kisah persahabatan Mbappe-Hakimi. [Dok. Gemini]

Meski demikian, ia mengakui Maroko tetap memiliki potensi besar di sektor tersebut.

Kehadiran pemain seperti Ayyoub Bouaddi dan Neil El Aynaoui menjadi harapan bagi Singa Atlas, terutama setelah absennya Ismael Saibari karena cedera.

Di sisi lain, Prancis datang dengan kekuatan penuh di lini tengah.

Nama-nama seperti N’Golo Kante, Aurelien Tchouameni, Adrien Raboot, hingga Warren Zaïre-Emery dinilai memiliki kualitas dan pengalaman yang sulit ditandingi.

Baca Juga: FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed

Acherchour bahkan meragukan apakah El Aynaoui bisa menembus skuad Prancis.

“Dia pemain bagus, tapi saya tidak yakin dia akan dipanggil ke tim Prancis,” katanya.

Ia juga menyoroti keputusan Bouaddi yang memilih membela Maroko setelah sebelumnya memperkuat tim muda Prancis.

Menurutnya, keputusan itu lebih karena peluang bermain di Piala Dunia yang lebih terbuka.

Penampilan Bouaddi sendiri sempat mencuri perhatian di awal turnamen, terutama saat menghadapi Brasil.

Namun, performanya dinilai menurun dalam beberapa laga terakhir.

“Apakah kita akan melihat Bouaddi seperti saat melawan Brasil atau yang tampil kurang maksimal saat melawan Kanada?” ujar Acherchour.

Laga Prancis vs Maroko dipastikan berlangsung sengit, terutama di lini tengah yang akan menentukan ritme permainan.

Meski Prancis lebih diunggulkan, Maroko tetap berpeluang memberi kejutan jika mampu memaksimalkan potensi yang ada.

Load More