- Analis Walid Acherchour menilai gelandang Prancis memiliki kualitas superior dibandingkan pemain lini tengah tim nasional Maroko.
- Prancis mengandalkan pemain berpengalaman seperti Kante dan Tchouameni untuk mendominasi pertandingan perempat final Piala Dunia 2026.
- Maroko berharap pada potensi Bouaddi dan El Aynaoui untuk menciptakan kejutan di tengah absennya Ismael Saibari.
Suara.com - Pertarungan lini tengah diprediksi menjadi kunci dalam duel Prancis vs Maroko di perempat final Piala Dunia 2026.
Namun, analis sepak bola Walid Acherchour melontarkan pernyataan tajam yang memicu perdebatan.
Menurutnya, tidak ada satu pun gelandang Maroko yang layak menjadi starter di tim nasional Prancis.
Ia menilai kualitas dan pengalaman lini tengah Les Bleus masih berada di level yang berbeda.
“Saya pikir tidak ada pemain Maroko yang akan menjadi starter di lini tengah Prancis. Sebaliknya, semua gelandang Prancis bisa menjadi starter di Maroko,” ujar Acherchour dalam program After Foot di RMC.
Meski demikian, ia mengakui Maroko tetap memiliki potensi besar di sektor tersebut.
Kehadiran pemain seperti Ayyoub Bouaddi dan Neil El Aynaoui menjadi harapan bagi Singa Atlas, terutama setelah absennya Ismael Saibari karena cedera.
Di sisi lain, Prancis datang dengan kekuatan penuh di lini tengah.
Nama-nama seperti N’Golo Kante, Aurelien Tchouameni, Adrien Raboot, hingga Warren Zaïre-Emery dinilai memiliki kualitas dan pengalaman yang sulit ditandingi.
Baca Juga: FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
Acherchour bahkan meragukan apakah El Aynaoui bisa menembus skuad Prancis.
“Dia pemain bagus, tapi saya tidak yakin dia akan dipanggil ke tim Prancis,” katanya.
Ia juga menyoroti keputusan Bouaddi yang memilih membela Maroko setelah sebelumnya memperkuat tim muda Prancis.
Menurutnya, keputusan itu lebih karena peluang bermain di Piala Dunia yang lebih terbuka.
Penampilan Bouaddi sendiri sempat mencuri perhatian di awal turnamen, terutama saat menghadapi Brasil.
Namun, performanya dinilai menurun dalam beberapa laga terakhir.
“Apakah kita akan melihat Bouaddi seperti saat melawan Brasil atau yang tampil kurang maksimal saat melawan Kanada?” ujar Acherchour.
Laga Prancis vs Maroko dipastikan berlangsung sengit, terutama di lini tengah yang akan menentukan ritme permainan.
Meski Prancis lebih diunggulkan, Maroko tetap berpeluang memberi kejutan jika mampu memaksimalkan potensi yang ada.
Berita Terkait
-
FIFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed
-
Rp1,3 Triliun untuk Operasional, Berapa Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino?
-
Prancis vs Maroko: Pasukan Singa Atlas Siap Permalukan Tanah Kelahiran
-
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Skuad Tiga Singa Putus Suplai Bola ke Erling Haaland
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Temani PMI Bangun Masa Depan, Bukan Sekadar Kirim Remitansi
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
Ulasan An Incurable Case of Love: Kisah Cinta Manis antara Perawat dan Dokter
-
5 Sunscreen Reef Safe Wajib untuk Liburan di Pantai, Ramah Lingkungan
-
BRI Bawa Seorang Ibu dari Pati ke Taiwan untuk Temui Putrinya yang Jadi Pekerja Migran Indonesia
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
Setelah 10 Tahun, BRI Jadi Perantara Pertemuan Seorang PMI dan Ibunya Lewat Program Tali Kasih
-
Karhutla Melanda di Berbagai Wilayah, Apa yang Bisa Kita Lakukan sebagai Warga Negara?
-
BRI Wujudkan Mimpi Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Tanah Air dan Berkumpul Dengan Keluarga
-
Sebelum Hengkang ke Arema FC, Mauro Zijlstra Bicara Obrolan Serius dengan Shin Tae-yong