Bri / News
Senin, 16 Februari 2026 | 13:00 WIB
Desa Pajambon Bersinar. (Dok: BRI)

Suara.com - Di balik hamparan kebun sayur dan jambu merah yang subur, Desa Pajambon di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, perlahan menjelma menjadi desa inspiratif. Mengandalkan kekuatan pertanian, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif, desa ini berhasil masuk jajaran terbaik dalam Program Desa BRILiaN, sebuah pengakuan atas kerja keras kolektif warganya dalam membangun kemandirian ekonomi.

Kepala Desa Pajambon, Nani Arinngsih menjelaskan, sektor pertanian menjadi tulang punggung desa. Warga menghasilkan berbagai komoditas seperti sayur-sayuran, jambu merah, kopi, hingga bunga. Tak hanya itu, desa ini juga memiliki dua destinasi unggulan, yakni Curug Lembah Cilengkrang dan Agrowisata Pakuon yang mulai dirintis sejak 2022.

"Dengan adanya klaster-klaster ini, pemerintah desa men-support agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Dari ribuan desa peserta Program Desa BRILiaN, Pajambon berhasil menembus 40 besar, lalu masuk 15 besar. Dukungan program ini dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas, khususnya di kawasan Agrowisata Pakuwon.

Penguatan ekonomi desa juga digerakkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Direktur BUMDes Pajambon, Dicky Aulia, menyebutkan beberapa unit usaha yang telah berjalan, mulai dari BUMDes Mart, Agrowisata Pakuon, hingga program ketahanan pangan berbasis peternakan dan pertanian.

BUMDes juga menghadirkan layanan keuangan melalui BRILink, sehingga warga bisa melakukan transaksi perbankan tanpa harus keluar desa.

"Dengan adanya BRILink yang ada di desa, masyarakat jadi bisa bisa menarik uang dan transfer dari BUMDes," ujarnya.

Jambu Merah Jadi Produk Kreatif Bernilai Tinggi

Salah satu potensi unggulan Desa Pajambon adalah jambu merah. Tanaman ini mulai dikembangkan sejak 2008 dan kini menjadi komoditas andalan. Ketua Klaster Jambu, Asari Supriadi, mengatakan hasil panen tidak hanya dijual segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk UMKM seperti minuman, keripik, hingga dodol.

Baca Juga: Modal Foto Makanan dan Dukungan LinkUMKM BRI, Bawa Yummy Craft di Kancah Global

Kelompok Wanita Tani (KWT) bahkan mengembangkan inovasi produk turunan yang lebih beragam. Ketua KWT Selvianti menyebutkan produknya meliputi mi jambu, teh daun jambu, jus, dodol, kerupuk, hingga keripik.

"Dampaknya, kami tidak hanya memberi contoh, tapi juga mengajak masyarakat mengolah potensi desa untuk menambah perekonomian," ujarnya.

Dukungan alat produksi serta digitalisasi transaksi seperti QRIS dan BRImo turut membantu memperluas usaha mereka.

Selain pertanian, peternakan domba menjadi alternatif tabungan hidup bagi warga. Ketua Klaster Domba, Nana Rusmana mengatakan, ternak domba bisa dijual saat ada kebutuhan mendesak, sekaligus menghasilkan pupuk untuk pertanian.

Sementara itu, Klaster Kopi Pajambon yang berdiri dua tahun lalu menjadi wadah bagi petani kopi lokal. Ketua klaster, Nur Faturohman, menyebut desa ini menghasilkan kopi Arabika, Robusta, dan Tuberika. Dukungan alat roasting serta akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) membantu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi.

Kepala Unit BRI Kramatmulya, Yogie Subekti menilai Pajambon layak menjadi Desa BRILiaN karena memiliki potensi lengkap, mulai dari pertanian, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Load More