SuaraCianjur.id- Polri memberikan tanggapan soal surat yang dibuat oleh tersangka Ferdy Sambo, yang menyebut kalau Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria tidak terlibat dalam perusakan rekaman CCTV.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan apa yang ditulis oleh Ferdy Sambo soal keterlibatan kepada dua perwira polisi tersebut bisa dibuktikan nanti dalam pengadilan.
"Monggo silahkan. Tapi fakta persidanganlah yang dinilai oleh hakim," kata Dedi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/9/2022).
Bahkan menurut Dedi, pembuktian isi surat dari Ferdy Sambo itu juga akan dibuktikan terhadap pemeriksaan sejumlah saksi-saksi
Polri menanggapi soal unggahan dari istri Brigjen Hendra, Seali Syah yang memposting sebuah surat berisi permintaan maaf dari mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Sambo menyebut dalam surat itu, dengan sebuah pernyataan jika Brigjen Hendra tidak terlibat dalam perusakan CCTV, yang menjadi salah satu bukti dalam kasus pembunhan berencana Brigadir J.
Menurut Dedi, unggahan istri Brigjen Pol Hendra Kurniawan adalah hak setiap tersangka, maupun terdakwa. Sebagaimana yang telah diataur dalam Pasal 66 KUHAP, berbunyi "Tersangka atau terdakwa tidak dibebani kewajiban pembuktian".
"Orang terdakwa, tersangka sekalipun sesuai Pasal 66 dia punya hak untuk mengingkari, monggo silakan,"kata Dedi.
Menurutnya, pembuktian tentang hal itu nantinya akan diputuskan oleh hakim dalam persidangan berdasarkan fakta yang ada di persidangan nanti. Termasuk dari keterangan para saksi dan alat bukti lainnya.
Baca Juga: Marah Bisa Jadi Bencana Dunia dan Akhirat, Nabi Sarankan Lakukan Ini Agar Amarahmu Tak Meluap
Begitu pula dengan sidang etiknya, komisi etik memutuskan secara kolektif kolegial.
"Hakim yang menilai semuanya berdasarkan fakta persidangan, keterangan para saksi dan alat bukti lainnya, baru nanti hakim memutuskan secara kolektif kolegial apa keputusannya itu," jelas Dedi.
Seperti yang diketahui, Ferdy Sambo kembali menuliskan sebuah surat, yang menyatakan jika anak buahnya Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria tidak terlibat dalam perusakan rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Postingan tersebut viral di media sosial. Dalam surat itu juga, Ferdy Sambo menegaskan kedua anak buahnya itu hanya mengamankan CCTV di pos satpam Duren Tiga atas perintah dirinya sebagai atasan langsung.
Sementara itu sebanyak tujuh perwira kepolisian ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ‘obstruction of justice’. Dari ketujuh tersangka itu, Polri telah menjatuhkan sanksi terhadap Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo diberhentikan tidak dengan hormat.
Selain itu ada juga nama Ferdy Sambo yang telah lebih dahulu dijatuhi sanksi PTDH. Kompol Chuk dan Kompol Baiquni terbukti terlibat ‘obstruction of justice’ baik secara etik maupun pidana. Setelah dijatuhi sanksi tersebut mereka pun langsung mengajukan banding.
Tag
Berita Terkait
-
Ingat Yah, Program BSU Pemerintah Tidak Berlaku untuk 3 Profesi Ini!
-
Bayangan Ancaman PTDH Hantui 4 Perwira Tersangka Obstruction of Justice Kasus Kematian Brigadir J
-
Peran Kompol Baiquni yang Dipecat Polri Dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Viral Sopir Lukis Brigadir J Korban Kekejaman sang Atasan di Truk, Netizen Salut: Indonesia Mengenangmu
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Chivu Tertawakan Gampangnya Inter Milan Bobol Gawang Sassuolo, Sindir Jay Idzes?
-
Rahasia Gelap Italia di Final Piala Dunia 1994, Ada Dua Pemain Ngumpet Saat Adu Penalti
-
Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Desak Jajaran Bijak di Era Digital Demi Kesejahteraan Masyarakat
-
Tragedi Pilu di Parungpanjang, Siswa SDN Cibunar 04 Meninggal Tertabrak Kereta Sepulang Sekolah
-
Rapim TNI-Polri, Prabowo Tekankan Pengabdian untuk Rakyat
-
Apakah Libur 45 Hari di Bulan Puasa Benar? Cek Jadwal Libur Ramadhan 2026
-
5 Poin Penting Kasus Ngeri Warga Tangerang Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik dan Wajah Dilakban
-
Gelar Seleksi Pemain, Maestro Solo Bakal Ikuti Pro Futsal League 2 2026
-
Update Pencalonan Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, Ternyata Ada Tantangan Berat