SuaraCainjur.id- Salah seorang tersangka yang tersangkut kasus obstruction of justice atau ikut menghalangi penyidikan di kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Novriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J adalah AKP Irfan Widyanto.
Dirinya terancam mendapatkan sanksi pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) akibat terlibat dalam pusaran kasus Ferdy Sambo.
Seperti yang diketahui, jika Polri telah menjatuhkan sanksi PTDH terhadap Ferdy Sambo, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo dan Kombes Agus Nurpatria. Mereka lebih dahulu dijatuhi sanksi, dalam kasus serupa.
Dari tujuh tersangka sudah empat orang yang dipecat dari institusi Polri, dan kini tersisa tiga tersangka lagi. Mereka masih harap-harap cemas, terhadap nasibnya di kepolisian.
AKP Irfan Widyanto adalah seorang perwira Polisi yang berprestasi. Bahkan dirinya pernah meraih penghargaan Adhi Makayasa Akademi Kepolisian Tahun 2010.
Namun karir cemerlangnya luntur, setelah tersandung karena terjerat dalam daftar anggota kepolisian yang turut melakukan pelanggaran kode etik di kasus pembunuhan Brigadir J.
AKP Irfan Widyanto yang semula menjabat sebagai Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri telah dicopot, dan dimutasi ke Yanma Mabes Polri.
Banyak yang bertanya siapakah sosok AKP Irfan Widyanto ini?
AKP Irfan Widyanto lahir pada tanggal 20 Agustus 1986, berasal dari Depok, Jawa Barat.
Dirinya meraih penghargaan Adhi Makayasa atau bisa dibilang sebagai lulusan Akpol terbaik pada tahun 2010. Bahkan karirnya di kepolisian terbilang cukup cemerlang. AKP Irfan Widyanto pernah berdinas di Polda Jawa Barat hingga Polda Sulawesi Barat.
Bahkan dalam daftar perjalannya di kepolisian, Irfan pernah mengemban jabatan sebagai Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri. Tak hanya itu, Ia juga sempat dipercaya menjadi anggota Satuan Tugas Penegakan Hukum dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Selain itu, dirinya disebut pernah ikut saat Satgas BLBI menyita aset PT Timor Putera Nasional milik Tommy Soeharto di akhir tahun 2021.
Lulusan Terbaik Akpol
AKP Irfan Widyanto termasuk dalam angkatan 42 Akademi Kepolisian atau Dharma Ksatria, lulusan terbaik di angkatannya atau peraih Adhi Makayasa di tahun 2010 silam.
Perlu diketahui, penghargaan Adhi Mayakasa akan diberikan kepada seseorang yang mampu menunjukkan prestasi terbaik dalam tiga aspek yakni akademis, jasmani, dan kepribadian atau mental secara seimbang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya