SuaraCianjur.id- Usai alami kekalahan dari Persib Bandung di kandangnya sendiri, pelatih Arema FC, Javier Roca meminta maaf kepada seluruh Aremania.
Singo Edan harus kandas ketika menjamu Persib di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (11/9) kemarin, dengan skor 1-2.
Roca mengatakan, kekelahan Arema FC kemarin telah unggul lebih dulu dari Persib menjadi dasar untuk melatih mental anak asuhnya. Namun pada akhirnya mereka harus menelan kekalahan.
"Kita harus angkat mental pemain untuk ke depan bisa meraih secepatnya hasil yang terbaik," ujar Javier Roca usai pertandingan.
Pelatih asal Chile ini mengakui cukup sulit menghadapi Persib yang bermain dengan skema bertahan.
"Memang sulit kalau satu tim itu main secara defensif dan main 9-10 orang, itu kan pertandingan yang sulit sekali. Bukan hanya Arema, siapapun, ada tim lawan yang di 30 meter mereka kumpul pemain, sebenarnya susah. Kita disitu kurang tenang, kurang sabar, untuk berkreasi dan membuat kita tidak bisa cetak gol," kata dia.
Tidak hadirnya Adilson Maringa dan Evan Dimas di laga tersebut, Javier Roca menyebut kedua pemain tersebut memang tengah mengalami kendala.
"Memang warisan yang saya dapat di sini memang ada sedikit berat. Maringa dia sakit, aductor dia kena karena over training, bukan di minggu ini, over training, over pertandingan, over jalan, jadi banyak pemain yang hampir 40 hari non stop pertandingan dan latihan,” kata dia.
“Evan Dimas ketika saya dua hari saya datang, dia kena tifus jadi itu alasannya mereka hari ini tidak bisa tampil," tambahnya.
Banyak pekerjaan rumah yang hanrus dilakukannya dalam memeprbaiki skema permainan Arema FC kedepan. Yang paling utama menurutnya adalah memperbaiki kondisi fisik para pemain.
"Kita evaluasi, mereka ada level mana, kita harus jaga istirahat, atau dikurangi. Saya dapat informasi, berapa minggu lalu mereka latihan 2,5 jam kalau gak salah. Paling gak kita harus kurangi, levelnya dan nanti kita istirahat 2 minggu, dan mungkin saya akan berikan libur 3 hari untuk refresh, setelah itu fisik ke spesifik bukan latihan asal-asalan," tegasnya.
Sementara itu, Javier Roca membenarkan kalau nasibnya di Arema FC hanya ditentukan melalui tiga pertandingan. Sehingga jangan sampai Arema FC kalah tiga kali secara beruntun.
"Sebenarnya itu hal biasa cuma kan di Arema saya dikasih tahu sebelumnya. Kalau di tim lain kamu di kontrak setahun dan kamu dibayar tiga kali kalah tetap dicoret. Kalau cuma mau menang atau kalah, saya setuju dan saya terima. Tapi kalau nilai permainan lebih baik dan tidak ada hasil, itu kebijakan dari orang masing-masing," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan
-
Karya Tomato Soup Raih Hadiah Utama di JCA Awards ke-54
-
Mesin Cuci yang Paling Irit Listrik Merek Apa? Ini 5 Model yang Worth It untuk Dibeli
-
5 HP Samsung dengan Chipset Snapdragon Terbaik, Performa Kencang dan Juara
-
Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket
-
Tak jadi ke Yamaha, Fabio Di Giannantonio Perpanjang Kontrak dengan VR46?
-
Dituding Tak Bisa Saingi Tamara Bleszynski, Jawaban Ibu Tiri Teuku Rassya Bikin Netizen Geram
-
Geely EX2 vs BYD Atto 1 Mending Mana? Simak Perbandingannya
-
Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan
-
Kepala Rutan Kendari Resmi Dinonaktifkan Imbas Napi Koruptor Nongkrong di Kafe