SuaraCianjur.id- Setelah sempat mengikuti skenario kebohongan dari Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir J, kini kedua tersangka Bharada E dan Bripka RR berbalik untuk membongkar tabir di balik kasus ini.
Seolah seperti sudah tidak takut lagi, Bripka RR dan Bharada E dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J membuat terang benderang.
Tak dipungkiri banyak drama yang dalam kasus pembunuhan berencana ini.
Instruksi yang diberikan oleh atasannya tersebut ternyata membawa malapetak bagi nasib mereka yang terseret, dalam kasus Sambo ini. Termasuk bagi Bharada E dan Bripka RR.
Disebut kuasa hukum Bripka RR yakni Erman Umar, kesaksian kliennya tersebut menolak perintah dari Sambo untuk mengeksekusi mati Brigadir J. Bripka RR yang lebih dulu dipanggil oleh Sambo, untuk menanyakan tentang apa yang terjadi kepada Putri Candrawathi di Magelang.
Menurut Erman Umar kala itu kliennya mengaku sama sekali tidak pernah mengetahui apa situasi apa yang menimpa Putri Candrawathi. Bahkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J pun dia tak tahu.
"Dia dipanggil dan ditanya ‘ada kejadian apa di Magelang? Kamu tahu enggak?. Enggak tahu’. Ini Ibu dilecehkan,’ itu (Ferdy Sambo) sambil nangis dan emosi," terang Erman saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Jumat (9/9) kemarin.
Saat itu posisi Putri Candrawathi berada dalam ruangan yang sama ketika Bripka RR ditanya oleh mantan atasannya tersebut. Pada saat itu juga, Bripka RR ditanya sola kesanggupannya untuk menembak Brigadir J.
Kemudian Bripka RR menolak dengan alasan tak kuat mental untuk melakukan hal itu.
" 'Kamu berani nembak Yosua? Dia bilang saya enggak berani Pak, saya enggak kuat mental, enggak berani, Pak. Ya sudah kalau begitu kamu panggil Richard," terang Erman, menirukan percakapan Bripka RR dan Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo saat itu terlihat menangis, sebelum akhirnya melakukan pembunuhan kepada Brigadir J.
Bripka RR tidak mengetahui alasan pasti soal situasi yang terjadi kala itu. Hanya saja dirinya mengetahui kalau Kuwat Maruf dan Brigadir J sempat terjadi pertengkaran di Magelang.
"Saya lihat bapak menangis. Enggak biasa begitu kan, tapi saya enggak tahu kejadian di sana," terangnya.
Bharada E Melawan
Bharada E juga sempat mengungkapkan sebuah fakta sebelum melakukan penembakan terhadap Brigadir J, di rumah dinas Kadiv Propam Polri.
Bharada E melaui kuasa hukumnya mengaku sudah mengetahui rencana penembakan tersebut, sejak berada di rumah pribadir Ferdy Sambo, yang terletak di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Pernyataan Korban Prank Ferdy Sambo Cuma Alibi Agar Disanksi Ringan, ISESS: Tindak Tegas Semua Pelanggar!
-
Akibat Rebut Ponsel Wartawan, Sopir Ferdy Sambo Bharada Sadam Kena Batunya Disanksi Demosi 1 Tahun
-
Tak Ada Kapasitas Ketua Komnas HAM Lempar Isu Dugaan Putri Candrawathi Tembak Brigadir J, Pakar: Cari Panggung Apa Lagi
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih
-
Film Monster Pabrik Rambut: Teror Horor Tanpa Setan, Ancam Rachel Amanda hingga Iqbaal Ramadhan
-
Ditahan Dewa United, Persib Terancam! Borneo FC Tempel Ketat, Perebutan Juara Semakin Panas
-
Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Janin Dikubur di Rumah Pelaku: Sisi Gelap Guru Silat di Waringinkurung dan Istrinya Terungkap
-
Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni
-
Dari Penjaga Fast Food, Kisah Syahriyadi Sosok di Balik Viral 'P P Apa' yang Mendunia
-
Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'