Menurut kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy fakta terbaru soal kliennya tersebut, mengaku sempat pergi ke toilet dan berdoa setelah mendapat perintah Irjen Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.
"Bharada E dipanggil ke lantai tiga oleh Bripka RR (Ricky Rizal) kemudian disuruh menembak (Brigadir J). Klien saya turun ke bawah sempat ke toilet berdoa," terang Ronny, Kamis (8/9).
Betapa terkejutnya Bharada E ketika mendengar perintah yang diberikan oleh Sambo kepada dirinya.
Perasan gelisah menyelimuti Bharada E, makanya ia memutuskan untuk berdoa sebelum melaksanakan perintah keji dari Sambo.
Bahkan Ronny Talapessy menampik dugaan terkait berita Bharada E menghubungi seseorang sebelum ke TKP. Sebuah asumsi beredar, kalau Bharada E sempat menelepon setelah mendapat perintah Ferdy Sambo.
"Enggak ada (yang dihubungi,red). Kemarin yang disampaikan pengacara lama (Deolipa Yumara) itu hoaks," jelasnya.
Ronny turut menjelaskan jika Bharada E, tidak melihat adanya proses pembersihan darah setelah proses eksekusi terjadi. Bharada E langsung menjauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Cerita yang berbeda
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan korban (LPSK), Susilaningtias di hari Rabu (21/8) lalu mengungkapkan, dalam proses berjalannya rekosntruksi, Bharada E sempat marah.
Jika peran Bharada E saat tu dilakukan pemeran pengganti. Bharada E disebut emosi karena apa yang diceritakan Ferdy Sambo dan empat tersangka lain berbeda, dengan kejadian sebenarnya.
Bahkan tersangka Bharada E pun sempat marah kepada Ferdy Sambo. Sehingga meminta untuk perannya digantikan untuk memperagakan beberapa adegan, di Duren Tiga. Kemarahan dari Bharada E ini menepis ketakutan Bharada E bertemu dengan Ferdy Sambo.
Bharada E tidak gentak untuk menceritakan kejujuran dibalik kasus pembunuhan yang penuh dengan drama ini.
Sumber: Berbagai Sumber
Tag
Berita Terkait
-
Pernyataan Korban Prank Ferdy Sambo Cuma Alibi Agar Disanksi Ringan, ISESS: Tindak Tegas Semua Pelanggar!
-
Akibat Rebut Ponsel Wartawan, Sopir Ferdy Sambo Bharada Sadam Kena Batunya Disanksi Demosi 1 Tahun
-
Tak Ada Kapasitas Ketua Komnas HAM Lempar Isu Dugaan Putri Candrawathi Tembak Brigadir J, Pakar: Cari Panggung Apa Lagi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Estetika Visual atau Trik Bisnis? Membongkar Praktik Shrinkflation di Balik Porsi Mini Kafe Viral
-
Nasib Gen Z di Jalur Gaza, Sarjana Pengangguran Bergantung Hidup dari Bantuan Kemanusiaan
-
Sudah Lama Dinanti, Peserta Sambut Antusias Turnamen Sepak Bola Bergengsi di Tangerang
-
Review ANTA PG7 Travel 2: Sepatu Lari Murah Teknologi 'Dewa', Nyaman Buat Daily Run?
-
Bullet Train Explosion: Ketika Shinkansen Berpacu Melawan Bom dan Waktu
-
Gianni Infantino Murka, Tuding Kritikus FIFA Sebarkan Kebencian
-
Sungai Musi dan Jejak Batu Bara: Ketika Jalur Logistik Bertemu Krisis Ekologi
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
-
Investor Kripto RI Tembus 22,4 Juta, Transaksi Rp23 Triliun
-
Survei SMRC: Popularitas MBG Tinggi, Tapi Kepuasan Publik Merosot