/
Jum'at, 23 September 2022 | 12:46 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo ; Dedi Prasetyo ; Sidang Banding Kode etik Ferdy Sambo (Foto Ilustrasi/ Dok. Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraCianjur.id- Dokumen Polri disebtu telah bocor oleh seorang pengguna situs gelap Brached Forum yang menamai dirinya Meki. Dirinya mengklaim sebanyak 26 juta dokumen Polri bocor ke publik.

Merespon soal klaim tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan, jika 26 juta dokumen yang dibocorkan oleh seorang peretas tersebut adalah data yang sudah usang.

"Saya sudah tanyakan. Setelah didalami Tim Siber, itu hoaks. Data pada tahun 2016," terang Dedi, Jumat (23/9/2022).

Selain data tersebut telah using, dokumen tersebut juga dianggap mudah didapatkan dari internet.

Dedi memberikan contoh tidak ada keterkaitan antara data yang satu dengan yang lainnya.  Seperti data Polda Kalimantan Tengah tidak ada keterkaitan dengan data dari Polda Metro Jaya.

"Data itu bisa didapat di internet, datanya dari Polda Kalteng ya enggak nyambung dengan Polda Metro," terang Dedi.

Kendati demikian, dugaan kebocoran data tersebut akan tetap dilakukan pendalaman, utnuk melacak siapa pelaku penyebarnya, kemudian akan diproses secara hukum.

"Ya, penyebarnya masih didalami lagi supaya Ditsiber Polda Metro Jaya saja enggak usah Mabes," jelas Dedi.

Sebelumnya beredar tentang 26 juta dokumen Polri bocor ke publik. Dokumen tersebut diunggah dalam situs gelap bernama Brached Forum, oleh pengguna menamai dirinya Meki.

Baca Juga: Hakim Agung Sudrajad Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara, DPR RI: Kini Menjadi Pembela yang Bayar

Dalam unggahan tersebut dirinya mengklaim data tersebut telah bocor dan diberi nama "26M Database National Police Identity of Indonesia Republic".

Sumber:Suara.com

Unggahan itu terposting pada hari Rabu (21/9) dan diklaim memiliki semua data Polri.

Load More