/
Sabtu, 24 September 2022 | 15:53 WIB
Kuasa Hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak (Foto Istimewa / Dok. Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraCianjur.id- Kuasa Hukum untuk keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak membeberakan soal pengalamannya selama menangani kasus pembunuhan berencana ini.

Bahkan dirinya mengaku mengaku sempat didekati oleh pihak dari Ferdy Sambo, sampai ditawari beberapa hal tertentu.

Secara terang-terangan, dirinya mengungkapkan saat berjalannya kasus ini dan ketika dirinya menjadi kuasa hukum Brigadir J, pihak dari Sambo dikatakan sudah ada yang berusaha untuk mendekati Kamaruddin.

Namun Kamaruddin langsung memberikan penolakan secara mentah-mentah soal tawaran tersebut. Dirinya menanggap hal itu tidak sesuai dengan prinsip hidupnya, sebagai seorang kuasa hukum.

Dirinya tak pernah gentar untuk mengungkap kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hingga terang bendera.

Bahkan dirinya mengaku sudah terbiasa mendapatkan teror saat menangani kasus. Pengalaman Istrinya dibakar, menjadi alasannya tak pernah gentar untuk menegakkan keadilan.

Dirinya mengaku masih bersemangat untuk melawan kelicikan skenario Sambo.

Hal yang ditolak oleh Kamaruddin sebagai pengacara keluarga Brigadir J ini adanya indikasi suap menyuap yang diduga dilakukan oleh pihak Ferdy Sambo kepadanya.

Dalam YouTube Refly Harun, seperti dilihat Sabtu (24/9/2022), Kamaruddin Siamnjuntak membongkar rencana busuk Sambo melalui pihak-pihak yang mendekatinya.

Baca Juga: Tips Sehat Cara Berhenti Merokok dari dr.Zaidul Akbar, Cepat Konsumsi Bahan Rempah Ini dan Kuatkan Niat

“Seperti saya katakan dari dulu, saya menyuap tidak mau, disuap pun tidak mau. Itu sudah menjadi prinsip hidup saya dalam membuka kantor pengacara,” terang Kamaruddin.

Baginya hidup harus terhormat dan menjauhkan hal-hala yang dilarang bahkan diharamkan oleh aturan agama.

Bukan hanya rencana busuk Sambo kepada dirinya, pengacara ini juga mengaku tak talut dengan teror yang diserang terhadap dirinya.

Bahkan menurutnya dengan rencana Sambo, melakukan eksekusi di rumah dinas Kadiv Propam Polri berdasarkan analisisnya, memagn dipersiapkan secara matang.

“Ada proses perpindahan dari rumah Saguling ke rumah dinas, dan kenapa direncanakan di rumah dinas? Supaya ini menjadi beban negara kan begitu, karena kalau dilaksanakan di rumah pribadi Ferdy Sambo, tentu rumahnya akan di police line,” kata Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin menilai dalam kasus ini, Sambo sangat cerdas dengan memilih Duren Tiga sebagai lokasi kejadian pembunuhan, agar rumah pribadinya tidak terkena imbas.

Load More