SuaraCianjur.id- Dalam peristiwa Tragedi Kanjuruhan Malang disebutkan jika hanya ada dua pintu yang terbuka hingga membuat para penonton berebut berdesakan untuk keluar, usai Polisi melepaskan gas air mata.
Dalam tragedi maut yang menewaskan ratusan orang meninggal dunia itu, disebut-sebut jika pihak panpel mengunci beberapa pntu keluar di Stadion Kanjuruhan.
Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno, membuka suaranya. Dirinya menyatakan tikda pernah menutup pintu stadion. Pintu dalam stadion itu tak pernah terkunci sejak awal pertandingan Arema FC vs Persebaya dimulai, hingga peluit akhir babak pertandingan.
Seperti yang diketahui, kalau kericuhan meletus usai pertandingan tersebut. Saat itu Arema FC dikalahkan oleh Persebaya Surabaya, pada hari Sabtu (1/10) lalu.
Dirinya juga mengklaim taka da perintah kepada anak buahnya untuk menutup sejumlah pintu keluar Stadion Kanjuruhan Malang.
Banyak yang menyebut kalau pintu stadion yang tertutup menjadi penyebab tragedi kelam kemarin.
Seperti yang diketahui, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan enam orang tersangka dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.
Satu diantaranya adalah Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno. Ia ditetapkan menjadi tersangka dan disangkakan melanggar pasal 359 dan 360 KUHP.
“Pertama saya ucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya pada Aremania. Ini adalah bentuk dari tanggung jawab saya. Saya akan patuh dalam proses hukum ini. Tetapi saya ingin ada keadilan dan usut tuntas,” ujar Suko, Senin (10/10/2022), mengutip dari Suara.com.
Dirinya mengklaim kalau pintu selalu terbuka saat dimulai pertandingan hingga akhir. Bahkan sebanyak delapan orang match steward turut berjaga di setiap pintu.
Dalampertandingan Arema FC vs Persebaya kemarin, pintu stadion dibuka sejak pukul 16.00 WIB. Dibagian tribun ekonomi terdapat 14 pintu dan setiap pintu ada satu orang yang menjadi penanggung jawab.
Pintu yang dibuka menurutnya tidak pernah lagi dikunci. Kemudian setiap habis pertandingan kunci pintu stadion biasanya langsung diserahkan kepada petugas Dispora Kabupaten Malang, untuk menutup pintu stadion.
“Tidak pernah menutup pintu sejak awal sampai akhir. Tanyakan ke pemegang (match steward) kunci pintu tidak pernah pintu dikunci. Bahkan biasanya setelah pertandingan pintu tetap dibiarkan dibuka, yang kunci pegawai Dispora Kabupaten Malang (selaku UPT Kanjuruhan,” terang Suko.
Kondisi pintu Stadion Kanjuruhan Malang dibuka dan ditutup dari dalam, sementara menurutnya dalam tragedi maut kemarin, disebutkan kalau pintu ditutup dari luar tribun.
Maka Suko pun membantah kalau penutupan pintu dilakukan oleh mereka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Ternyata Masih Jadi Jaminan Bank, Rumah Gono-gini Sarwendah dari Ruben Onsu Terancam Dilelang
-
Apa Bedak Tabur yang Bagus tapi Murah? Ini 9 Pilihan Terbaik yang Sudah BPOM
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Bahagia Tak Perlu Menunggu: Pelajaran dari Seni Membahagiakan Diri Sendiri
-
Link Pendaftaran Mandiri Unsri 2026: Jadwal Ujian, Syarat, dan Cara Cek UKT
-
Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?
-
Libur Idul Adha, Pantai Anyer Diserbu Ribuan Wisatawan
-
Pecah Rekor MURI! Pemkab Bogor Sukses Gelar Layanan Publik Nonstop 100 Jam
-
PPDB Jabar Harus Transparan: Semua Calon Siswa Punya Hak Sama, Stop Praktik Curang!