SuaraCianjur.id- Persidangan pembunuhan berencana terhadap tersangka Ferdy Sambo dan tersangka lainnya dijadwalkan dimulai pada pekan depan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Majelis Hakim persidangan sudah ditunjuk. Wakil Ketua PN Jakarta Selatan, Wahyu Iman Santoso yang akan menjadi Ketua Majelis Hakim di persidangan nanti.
Kini kasus pembunuhan berencana terhadao Brigadir J alis Yosua Hutabrat memasuki babak yang baru.
Sejumlah terdakwa yang akan menjalani sidang di antaranya Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E, Putri Candrawathi dan Kuat Kuat Maruf.
Melansir dari Suara.com, harta kekayaan yang dimiliki oleh Wakil Ketua PN Jaksel bernama Wahyu Iman seperti yang tertera dalam situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik KPK, disebutkan mencapai Rp 12.009.356.307.
Wahyu melaporkan harta kekayaannya itu untuk periodic tahun 2021 di tanggal 4 Januari 2022.
Harta ini dimiliki oleh Wahyu dimiliki sebelum dirinya memimpin persidangan Ferdy Sambo cs.
Adapun rincian harta yang dimiliki Wahyu yakni berupa tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah wilayah.
Adapun wilayah tersebut seperti Jakarta Pusat, Batam dan Semarang. Totalnya mencapai Rp 7.900.000.000.
Baca Juga: Pantas Saja Sosok Musafir Joko Kendil Cepat Berpindah Kota, Netizen Pergoki Naik Macan Besi Alias
Tak hanya itu, alat transportasi yang dimiliki leh Hakim Wahyu berupa sebuah unit mobil merk Toyota Fortuner tahun 2016 seharga Rp350 juta. Lalu Motor Honda Vario tahun 2016 seharga Rp8 juta.
Untuk harga bergerak lainnya Wahyu memiliki total seniali Rp1.935.000.000. Kas dan setara kas Rp209.809.219, harta lainnya Rp 2.300.000.000.
Sementara untuk hutang dirinya memiliki nilai sebesar Rp.693.452.912.
Berkas perkara dan tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J sudah dilimpahkan Polri ke Kejaksaan Agung. Kemudian berkas dakwaan dari pihak Jkasa sudah diberikan kepada pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pembunuhan berencana ini diotaki oleh Ferdy Sambo dan menyeret beberapa nama yang terlibat.
Tak hanya itu para terdakwa dalam kasus obstruction of justice pun turut akan disidang. Mereka adalah Hendra Kurniawan, Agus Nur Patria, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, Arif Rahman Arifin, dan Irfan Widyanto.
Untuk tersangka Bharada E sebagai justice collaborator (JC) akan menjalani sidang secara terpisah, pada hari Selasa (18/10/2022) mendatang. Sidang tersebut akan dipimpin oleh Wahyu Iman Santosa.
Sementara untuk para tersangka kasus obstruction of justice selain dari Ferdy Sambo dijadwalkan akan menjalani sidang pada keesokan harinya atau tepatnya di hari Rabu (19/10/2022).
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA