SuaraCianjur.id - Sekelompok orang yang yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Reformasi Islam (Garis), memberikan pernyataan soal pencubatan label gereja, di tenda pengungsian korban gempa Cianjur.
Dalam pernyataanya tersebut, mereka membantah jika aksi pencabutan label gereja di tenda pengungsian korban gempa Cianjur, bukan dilakukan oleh ormas Garis.
“Dengan ini kami sebagai pengurus DPP, menyatakan itu bukan dari pada agenda Gerakan Reformis Islam,” kata orang yang ada dalam video, seperti yang dilansir dari akun Instagram @visitcianjur, pada Rabu (29/11/2022).
Pada pernyataan lanjutannya, dikatakan jika Ormas Garis akan menyembut baik setiap bantuan yang akan disalurkan kepada korban gempa Cianjur.
“Kalau butuh pengalawan kami siap menyelaurkannya,” kata pria yang ada di dalam video tersebut.
Postingan klarifikasi tersebut pun langsung direbu warga net. Banyak dari komentar warga net mengecam kehadiran Ormas Garis tersebut.
“Maaf saya sebagai warga cianjur menolak hadirnya ormas seperti anda yg intoleran, & perbuatan anda mengundang sara ujaran kebencian , ini indonesia negri beragam agama & kepercayaan bukan hanya muslim saja penghuninya dan sebagai umat muslim sangat sangat lah malu dengan perbuatan anda yg seolah olah muslim membenci agama lain, #salamtoleransi,” tulis warga net.
“Ormas dan geng motor sering membuat resah masyarakat, kiranya pemerintah harus tegas kpd mereka, Pemerintah tidak boleh kalah dan takut oleh ormas dan geng motor,” tulis warga net lainnya.
“Kalau memang ormas anda harus bisa toleransi,dalam agama apapun kita harus saling membantu dan tidak diharamkan jika kita membantu non muslim atau pun sebaliknya,kalian sebagai ormas apalagi ormas Islam harus bisa mengerti dan menanamkan rasa toleransi kepada siapapun.imbas dari kejadian ini sangat besar kepada yang mengusi,anda harus tau itu semoga ini jadi pelajaran untuk semua orang kedepannya amin,” ungkap warga net lagi.
Baca Juga: Ilija Spasojevic Dipanggil ke Timnas Indonesia Buat Gantikan Dimas Drajad
Ormas Garis sendiri pernah dikaitkan dengan kedekatannya bersama Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Sekitar lima tahun lalu, polisi pernah menangkap beberpa anggota Ormas Garis, karena terlibat dalam jaringan teroris.
Dilansir dari suara.com, Ormas Garis pernah berurusan dengan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di tahun 2017.
Saat itu Densus 88 amankan empat orang yang berencana akan melakukan penyerangan ke Mapolsek Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebelum perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.
Keempat orang yang diammkan tersebut tergabung jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
Jaringan ini berencana melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api dengan sasaran anggota polisi yang tengah bertugas di kedua polsek tersebut dan etnis keturunan.
"Keempatnya merupakan sel baru JAD dan ada kaitannya dengan Kelompok Ormas Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur," ungkap Kabid Humas Polda Jabar yang kala itu dijabat, Kombes Yusri Yunus. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Tegas! Menko PMK Larang Lokasi Gempa Cianjur Dijadikan Tempat Wisata: Ganggu Mobilisasi
-
Sempat Viral dan Bikin Banyak Orang Kesal, Pencopotan Label Gereja di Tenda Pengungsian Gempa Cianjur Berbuntut Panjang
-
Jumlah Pengungsi Korban Gempa Cianjur Capai 108.720 Jiwa, Titik Pengungsian ada 39.985, Berikut Rinciannya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
-
Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum
-
Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan
-
Pinjaman Kopdes Merah Putih hingga Rp3 Miliar Dinilai Berisiko Pangkas 80 Persen Dana Desa
-
Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika
-
LG Loves School Hadir di SMKN 2 Tangsel, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi
-
Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
-
Siapa yang Lebih Tinggi? Mitchell Baker Unggul Tipis dari Elkan Baggott